Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juli 2017 | 17.20 WIB

Perebutan Kursi Sumsel 1, Posisi Calon Masih “Cair”

Photo - Image

Photo


JawaPos.com - Sejumlah figur dan tokoh partai politik (parpol) bermunculan dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018. Terbanyak, para pimpinan parpol yang ingin memperebutkan kursi nomor satu di Sumsel. 


Siapa saja? Yang sudah ikut penjaringan dan daftar ke sejumlah parpol, ada nama H Saifudin Aswari Rivai. Dia Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel. Lalu, Ketua DPW Partai NasDem Sumsel H Syahrial Oesman, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda NK, dan Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel H Ishak Mekki.


Tokoh lain, Wali Kota Pangkal Pinang Irwansyah Sofyan Rebuin. Dia Bendahara di DPD PDI Perjuangan Provinsi Bangka Belitung. Mawardi Yahya, mantan Bupati Ogan Ilir yang juga ketua DPD Partai Golkar OI. Nama lain, politisi Partai Demokrat Sarjan Taher. 


Hanya tiga nama yang tidak terafiliasi dengan parpol manapun. Yakni,  mantan Pandam II/Swj Mayjen TNI (Purn) Iskandar M Sahil, mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, dan mantan Bupati OKU Timur H Herman Heru.


Sebetulnya, ada satu nama lain yang dikabarkan bakal mengambil formulir pendaftaran balongub. Tak lain, Dodi Reza Alex, putra gubernur Alex Noerdin yang juga pengurus teras di DPP Partai Golkar. 


Nah, mereka ini bersaing satu sama lain untuk mendapatkan tiket diusung parpol. Koalisi tentu dibangun. Sebab, untuk bisa maju minimal mengantongi 15 kursi. Sementara di DPRD Sumsel, tidak ada satupun parpol yang punya 15 kursi, meski total ada 75 kursi. 


“PDI Perjuangan saja sebagai partai pemenang pemilu (2014) dengan 13 kursi, butuh 2 kursi lagi untuk bisa memajukan calon,” kata Robby B Puruhita, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Sumsel sebagaimaan dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (9/7).


Di bagian lain, Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Demokrat Sumsel, Firdaus Hasbullah menyampaikan Partai Demokrat Sumsel sudah melakukan komunikasi dengan parpol lainnya.  Ada beberapa parpol dituju di antaranya PPP, PBB, PKS, dan partai lainnya. 


Meski komunikasi belum begitu serius, koalisi dan kemungkinan itu bisa terjadi dengan siapa saja. “Hanya saja, berpasangan dengan siapapun. Kita tetap nomor satu,” katanya. 


Di DPD Partai Hanura Sumsel, sebelumnya sudah ada tujuh nama yang mendaftar untuk maju dalam pilgub Sumsel tahun 2018. Yakni, H Syahrial Oesman, Mayjen TNI (Purn) Iskandar M Sahil, H Herman Deru, H Mawardi Yahya, Sarjan Tahir, H Riduan Effendi, dan Komjen Pol (Purn) Susno Duadji.  


Senin (10/7), dua nama lagi bakal mendaftar dan mengambil formulir. Yakni, Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki dan mantan Wali kota Palembang H Eddy Santana Putra.  “Pak Ishak dan Pak Eddy akan daftar Senin sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkap Ketua Penjaringan Pilgub Sumsel DPD Partai Hanura Sumsel, Zakaria Abbas.


Untuk PPP, sejak buka pendaftaran balongub 10 Juni lalu, sejumlah nama sudah 'melamar'. Ketua DPW PPP Sumsel, H Agus Sutikno SE MM MBA mengingatkan bahwa para calon harus punya kesamaan visi misi membangun Sumsel. “Itu yang akan kami pilih,” terangnya.  


Untuk PKB sendiri sudah buka pendaftaran kemarin (8/7) hingga 14 Juli nanti, sementara pengembalian berkas 15-21 Juli. “Penjaringan secara terbuka, baik untuk kader internal PKB, maupun luar partai,” ujar Sekretaris 


Lembaga Pemenangan Pemilu DPW PKB Sumsel Yasmaun Effendi. PKB akan berpatokan pada hasil survei terhadap bakal calon yang diusung maju. Kader internal pun didorong menjadi bakal calon. (irw/bis/afi/air/ce1)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore