
Ilustrasi
JawaPos.com - Kasus pencabulan tak ada henti-hentinya. Kali ini menimpa seorang siswi SMA berinisial Ku (17), asal Kecamatan Muara Jawa, Kukar, Kaltim. Korban yang sedang berlibur di kawasan Pantai Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, bersama rekannya berinisial Ra, dipaksa melakukan adegan mesum oleh dua warga. Keduanya berinisial Kr dan Ru, warga Kelurahan Kuala Samboja, Kecamatan Samboja. Tak puas dengan hal itu, keduanya juga nekat mencabuli Ku berkali-kali.
Paur Subbag Humas Polres Kukar Iptu Sabar mengatakan, saat ini salah seorang tersangka berinisial Ru sudah diamankan petugas. Pria berusia setengah abad itu diringkus hanya beberapa jam setelah kejadian. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/6) sekitar pukul 17.00 Wita. Adapun Kr hingga saat ini masih terus diburu oleh anggota Polsek Samboja.
"Jadi, awalnya korban berinisial Ku ini dituding melakukan perbuatan mesum. Kedatangan tersangka ini tiba-tiba memaksa keduanya untuk beradegan mesum. Namun, mereka menolak dan dicabuli oleh kedua tersangka," terang Sabar.
Berdasar hasil pemeriksaan polisi, dua tersangka yang mendatangi korban awalnya mengambil ponsel korban. Selanjutnya, kedua tersangka meminta keduanya melakukan adegan tidak senonoh di hadapan para tersangka. Dengan ancaman, akan menyebarkan video adegan mesum yang mereka miliki. Merasa yakin tidak melakukan perbuatan mesum, keduanya pun menolak. Lalu, tersangka Kr justru membawa korban ke semak-semak tak jauh dari lokasi tersebut. Tak hanya digerayangi, tersangka Kr juga melakukan persetubuhan dengan korban.
Puas dengan hal tersebut, tersangka Ru juga melakukan perbuatan cabul terhadap korban dengan memeluk dan menciumi leher korban. Setelah melakukan perbuatan tersebut, kedua tersangka meminta keduanya untuk tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain. "Untuk tersangka Kr sebenarnya sempat dilakukan pengejaran, namun kabur ke arah sungai dan melompat ke sungai Kuala Samboja. Saat ini masih dilakukan pencarian," tambahnya.
Saat ini korban juga sudah divisum untuk memastikan perbuatan yang dilakukan para tersangka. Sejumlah barang bukti pakaian korban juga sudah diamankan petugas. Termasuk satu handphone milik korban.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara. "Karena korban ini statusnya masih di bawah umur, tersangka bisa dikenai Undang-Undang Perlindungan anak. Ancaman hukumannya tentu lebih besar. Tapi pasti kasusnya masih terus dalam pengembangan," ungkapnya. (qi/waz/k16/fab/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022