
Kasat Lantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono
JawaPos.com - Gunung Menangis masih menjadi kendala para pengendara di jalur Bontang-Samarinda. Meski elevasi sudah dipangkas dari 21 derajat menjadi 13 derajat, namun tetap saja beberapa kendaraan terlihat kepayahan saat menanjak, terutama yang bertonase berat. Sebelum dipangkas dan diperlebar, Gunung Menangis memang sudah dikenal sebagai salah satu titik rawan.
Kasat Lantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono menuturkan, pengendara kerap terlena dengan kondisi Gunung Menangis saat ini. "Karena jalannya sudah diperbaiki, jadi kurang waspada. Itu yang menjadi salah satu penyebab kecelakaan di sana," ungkapnya.
Seperti yang terjadi pada Jumat (23/6) lalu. Dua orang tewas akibat pengemudi lalai. Saat mobil melaju, sopir menyiram kaca menggunakan air mineral karena air wiper tak berfungsi. Akibatnya, mobil KT 1454 BA yang dikemudikan AA oleng dan menabrak besi pembatas jalan.
Nahas besi tersebut menancap hingga dua meter ke dalam mobil. Irmansyah yang duduk di kursi depan tewas di tempat. Sementara Kartini, istrinya, yang duduk di belakang, terjepit dan meninggal saat hendak dibawa ke puskesmas. "Itu termasuk lalai karena pengemudi melakukan aktivitas lain," katanya.
Pengendara dari Bontang, misalnya, ada saja yang melaju melebihi batas normal. Terlebih kondisi jalan yang menurun dan cukup panjang. "Batas wajar kecepatan itu 60 kilometer per jam. Kalau di atas itu, sudah berbahaya," tuturnya.
Perwira pertama ini juga memberi atensi bagi kendaraan beroda enam atau lebih. Menurutnya, dengan kontur jalan yang berbukit, sudah sewajarnya pengemudi bisa melaju dengan kecepatan normal, sehingga bisa tetap kuat menanjak. "Kalau dari Samarinda kan banyak tanjakan. Sebaliknya kalau dari arah Bontang," terangnya. (edw/ica/k11/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
