
ILUSTRASI
JawaPos.com - Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Lebaran para pejabat dan anggota dewan disibukkan dengan banyaknya tamu untuk meminta tunjangan hari raya (THR). Bentuknya bisa uang atau bingkisan.
Tamu datang dari berbagai kalangan. Ada yang mengatasnamakan masyarakat, LSM, tim sukses, dan lain-lain. Anehnya, ada orang datang yang tidak dikenal penerima tamu. ''Ada yang tak pernah datang sebelumnya tiba-tiba datang. Tapi, tetap saya beri uang,'' kata Wakil Ketua DPRD Banjar Saidan Fahmi.
Politikus Partai Demokrat itu mengungkapkan, sudah menjadi hal biasa tamu yang datang meningkat setiap menjelang Lebaran. Karena itu, dia dan anggota dewan lainnya memang harus menyisihkan uang untuk dibagikan kepada mereka. ''Ada yang memberikan uang, ada juga yang memilih memberi bingkisan,'' ungkapnya.
Uang yang disiapkan pun tak sedikit. Sebab, tamu yang datang bisa sampai puluhan setiap hari. Ada yang datang ke kantor, ada pula yang langsung ke rumah. ''Mereka yang datang ada juga yang rombongan. Bisa sampai 10 orang dalam satu rombongan,'' kata Saidan.
Dia menuturkan, kalau ditotal, tamu yang menemuinya mencapai 100 orang. Uang gaji ke-14 yang diterima pun tak cukup untuk dibagikan kepada para ''pemburu'' THR tersebut. ''Gaji ke-14 saya hanya Rp 1,5 juta. Mungkin hanya bisa dibagikan ke 15 orang. Sementara yang datang totalnya sekitar 100 orang,'' ujarnya.
Saidan menduga masih banyak yang belum bisa bertemu dengan dirinya. Sebab, sebagai anggota dewan, dia tidak setiap waktu berada di kantor. ''Mungkin ada yang ke kantor, saya kebetulan tidak ada. Kalau saya selalu di kantor, mungkin jumlah tamu yang saya terima lebih banyak lagi,'' ungkapnya.
Membeludaknya tamu menjelang Lebaran juga dirasakan anggota DPD Perwakilan Kalimantan Selatan, Habib Abdurrahman Bahasyim. ''Setiap tahun memang sudah begitu. Tamu yang datang akan banyak dan semuanya pasti saya terima,'' ujarnya.
Dia mengaku memberikan uang kepada para tamunya. Namun, uang itu dianggap zakat. ''Hitungan zakat kan memang saat Ramadan. Jadi, uang yang saya bagikan itu zakat,'' katanya.
Pria yang akrab disapa Habib Banua itu menyatakan tak membeda-bedakan tamu yang datang. Jika masih ada, uang zakat akan diberikan. ''Kalau zakatnya habis, ya tidak saya beri,'' ujarnya. (ris/ay/ran/c19/ami)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
