
Ilustrasi
JawaPos.com - PT Pelni (Persero) Cabang Balikpapan memastikan jika 23 orang yang seminggu menginap di Pelabuhan Semayang bukan penumpang telantar. Mengingat sejak awal kedatangan mereka tidak memiliki tiket kapal.
“Kalau penumpang telantar adalah mereka yang memiliki tiket tetapi tidak bisa berangkat akibat sebuah kondisi kapal tidak bisa berangkat. Sementara ke 23 orang tersebut tidak memiliki tiket sejak kedatangan mereka di pelabuhan," sebut Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Balikpapan, Firman Rachimin kepada media ini kemarin (20/6).
Tetapi, sebutnya, Pelni akan berusaha membantu keberangkatan ke 23 orang tersebut. Caranya dengan memprioritaskan adanya pengembalian tiket dari penumpang kapal ke tujuan mereka. Tetapi pihaknya tidak bisa memastikan apakah semua orang yang disebut telantar itu bisa berlayar ke kampung halamannya.
“Kami tetap akan membantu mereka. Karena untuk diketahui hingga H-1 Lebaran, tiket kapal Pelni dengan tujuan ke wilayah timur Indonesia dari keberangkatan Pelabuhan Semayang sudah habis terjual. Sementara untuk tujuan Surabaya yang terjual habis hingga 23 Juni nanti," ujarnya.
Firman menyatakan kejadian ini sudah biasa terjadi setiap tahun. Dimana calon pemudik tidak mempersiapkan segala sesuatu. Seperti mengatur jadwal dan memesan tiket jauh hari sebelum keberangkatan.
“Pelni sudah melakukan pelayanan maksimal dan sesuai dengan fungsinya. Termasuk memudahkan penjualan tiket kapal secara online ataupun melalui gerai swalayan yang tersebar di Balikpapan. Bahkan bisa lewat ATM," sebutnya.
Terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang Kompol Wayan Sarna menyebut, dalam realisasinya, dari 23 orang akan diberangkatkan, tersisa tujuh orang yang nasibnya masih terkatung-katung. Mereka rata-rata merupakan penumpang dengan tujuan Parepare, Makassar, dan Baubau (Sulawesi Tenggara).
“Sebagian besar sudah bisa ditangani dan dibantu dari Pelni. Tetapi masih ada tujuh orang yang belum jelas kapan bisa diberangkatkan," kata Wayan.
Dalam sidak kemarin di Pelabuhan Semayang, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi juga memerintahkan kepada kepolisian agar siaga 24 jam menyusul adanya pungutan liar terhadap penumpang yang menggunakan fasilitas toilet. Setiap penumpang yang ingin buang air kecil di area pelabuhan dimintai tarif sebesar Rp 10 ribu.
“Kita ingin ada kenyamanan bagi saudara-saudara kita yang mudik. Jadi jangan dipalak atau pungli, jangan dikerjain. Mereka sudah tersiksa karena berhari hari (di pelabuhan). Pelindo, KSOP, Polres dan operator kapal bisa membantu,” ungkapnya. (*/rdh/*/ane/riz/k18/fab/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
