
Para pemudik telantar di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai. Kalteng.
JawaPos.com - Dalam rangka menciptakan kenyamanan terhadap para pemudik yang hendak berlebaran di kampung halaman, Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Ahmadi Riansyah bersama sejumlah pihak lain seperti Wakapolres, Danpos AL, Dinas Perhubungan, Satpol PP, KSOP, GM Pelindo, PT Pelni dan DLU melakukan inspeksi mendadak (Sidak), di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Sabtu (17/6).
Dari hasil Sidak tersebut, pihak tim gabungan ini menemukan banyak penumpang kapal milik PT Darma Lautan Kencana (DLU) yang memiliki tiket tak sesuai dengan identitas pemiliknya.
"Tadi di dalam kapal kita dengar dan lihat langsung ada penumpang yang mengaku membeli tiket dengan harga Rp 600 ribu," kata Ahmadi kepada awak media usai melakukan sidak, seperti dikutip Kalteng Pos (Jawa Pos Group).
Terjadinya hal itu menurutnya, karena disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat atas harga dasar tiket."Ini penting bagaimana kita mencari solusi agar tidak lagi terjadi dan menjadi kebiasaan yang tidak baik. Ini terang-terang menipu dan wargalah yang paling dirugikan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala KSOP Kumai, Junaidi enggan disalahkan, pasalnya pihaknya sudah berupaya keras memberikan sosialisasi jauh-jauh hari terkait masyarakat yang diharuskan membeli tiket di tempat resmi dan hindari calo.
"Semua sudah kami lakukan, namun masyarakat kayaknya gak mau repot dengan mencari tiket kapal. Pasrah dengan harga yang tinghi asal dapat tiket saja," ucapnya
Dilain pihak, berdasarkan pantauan di ASDP RORO, Kumai, tampak beberapa penumpang terlantar menunggu kepastian keberangkatan kapal. Mirisnya, para calon penumpang yang ingin berlebaran di kampung bersama keluarga ini sampai tak tahu kabar tiket sudah dibeli dengan harga selangit dari salah satu agen yang berada di Kumai.
"Saya sudah bayar, beli dengan agen di Kumai tiga hari lalu. Hari ini (kemarin) gak ada kabarnya," tutur Suprianto warga dari Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta) yang ingin pulang kampung ke Semarang, Jawa Tengah.
Ia bersama rombongan keluarganya termasuk anak-anaknya sudah terlantar di Kumai selama dua hari, karena belum mendapatkan tiket. Padahal ia sudah berusaha keras mencari tiket, namun dari beberapa agen yang ia datangi selalu mendapat jawaban tiket habis.
"Tadi dapat di agen yang ada di Kumai, tapi harga Rp 500 ribu satu. Terpaksa saya beli karena kasihan dengan anak-anak sudah dua hari terlantar, gak jelas gini," ucapnya lesu. (vin/ang/wnd/jpg)

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
