Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juni 2017 | 04.01 WIB

Sempat Ada Asap Keluar dari Badan Pesawat Sriwijaya Usai Tergelincir

Pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir di Bandara Rendani Manokwari Rabu (31/5) - Image

Pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir di Bandara Rendani Manokwari Rabu (31/5)

JawaPos.com - Insiden kecelakaan pesawat terjadi di Bandara Rendani Manokwari, Provinsi Papua Barat, Rabu (31/5) pagi sekitar pukul 08.51 WIT. Pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737 Seri 300 dengan nomor penerbangan SJ 570 yang terbang dari Makassar dan transit di Sorong ini tergelincir keluar dari landacan pacu Bandara Rendani hingga sejauh 50 meter.

Dilansir dari Radar Sorong (Jawa Pos Group), kepanikan luar biasa terjadi di kabin pesawat. Tangga darurat difungsikan. Sebanyak 146 penumpang berupaya menyelamatkan diri. Di antaranya 146 penumpang, 4 orang anak kecil dan 3 bayi. Karena panik ada penumpang yang melompat dari pintu darurat bagian kanan pesawat.

Pihak bandara pengerahkan 4 mobil pemadam kebakaran. Petugas menyemprotkan air ke badan pesawat karena terlihat ada asap sempat keluar dari badan pesawat. Petugas bandara dibantu aparat kepolisian membantu mengevakuasi para penumpang. Ada yang harus digotong lantaran mengalami cidera kaki.

Sedikitnya 10 penumpang dilarikan ke rumah sakit terdekat di Rumkital Dr Azhar Zahir untuk mendapatkan pertolongan. Sebagian korban mengalami benturan di kaki dan tangan serta traumatik.

Kepala Rumkital Dr Azhar Zahir Mayor Laut (K) Syarif Mustika kepada wartawan menuturkan, para korban yang menjalani perawatan rata-rata mengalami benturan di kaki,tangan dan badan. Semua korban telah dirontgen dan tak ada tanda-tanda  keretakan tulang. ‘’Ada pasien  yang mungkin ketakutan tensinya sempat tinggi tapi sudah mulai tenang. Tidak ada pasien yang rawat inap,’’ tuturnya.

Hujan deras disertai angin melanda wilayah Manokwari saat terjadi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air. Kepala Otoritas Bandara Wilayah IX Bambang Sulistiyo yang dikonfirmasi wartawan belum mau memberi keterangan soal penyebab kecelakaan. Pihaknya masih serius mengevakuasi Sriwijaya Air bernomor lambung PC CJC ini dari ujung landacan pacu.

Pesawat naas ini dikendalikan pilot Dedi Herdiansyah (pilot), Tonny Febrianto (Flight Operasion), empat pramugari Ayu Wandira, Dwi Puspasari, Brigita, Helbrima dan teknisi Rusli Davied. Para kru pesawat dievakuasi setelah semua penumpang berhasil diturunkan.

Kepala Bandara Rendani Manokwari Wahyu Anwar maupun pihak Sriwijaya Air yang dikonfirmasi wartawan belum mau memberikan keterangan soal sebab tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air.

Humas Sriwijaya Air, Agus mengakui, saat kejadian hujan lebat di Manokwari. Walau hujan lebat menurut Agus, namun landasan pacu Bandara Rendani ready untuk landing pesawat. ‘’Cuaca ready untuk landing,’’ tuturnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut soal sebab tergelincirnya pesawat, Sriwijaya Air menyerahkan kepada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk melakukan penyelidikan dan menganalisa kejadian.

Dia mengutarakan, seluruh penumpang selamat sudah dievakuasi. Yang mengalami benturan telah ditangani secara medis. "Bagi penumpang lanjutan kita sudah fasilitasi dan siap untuk menanggung 100 persen,"terangnya.

Hans Dimara, salah satu penumpang mengakui cuaca buruk.  Dia  yang duduk di kursi 10A dekat jendela tak melihat kota Manokwari karena ditutup awan tebal. Pesawat yang sudah dekat bandara kembali terbang.

"Pesawat balik lagi, namun mendarat sudah hampir di tengah landasan. Mendaratnya juga cukup keras yang membuat penumpang kaget,’’ ujar Dimara, salah satu penumpang dilarikan ke rumah sakit akibat benturan di kaki.(lm/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore