
Pelaku saat diintrogasi polisi
JawaPos.com – Polres Metro Jakarta Timur bertindak cepat atas maraknya geng motor yang meresahkan. Dilaporkan satu orang tewas dengan kondisi mengenaskan. Korban bernama Fajar Muhamad warga Jati Cempaka dan bukan dari kelompok geng motor.
“Tapi sudah ada 7 orang yang kami tangkap,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombespol Andry Wibowo, Selasa (23/5).
Andry menjelaskan, ketujuh pelaku masing-masing bernama Muhamad Yusfa, Phahri Kesit, Mitra Cakra Kencana, Supriyanto, Alfi Hidayat dan Adnan Farizi. Semuanya rata-rata berusia 15 sampai 20 tahun.
“Mereka beringas dan sadis jika bentrok dengan orang-orang yang dianggap musuh. Senjatanya aja lengkap, ada pedang, pisau, mandau, cerulit, bambu runcing, serta batu-batu di pinggir jalan,” katanya.
Dijelaskan Andry, saat kejadian korban sedang asyik nongkrong di sebuah gang bersama teman-temanya. Namun beberapa saat kemudian, datang puluhan orang dengan cara konvoi. Lantaran penampilanya seperti anak motor, kata dia, Fajar dan teman-temanya dibantai temannya pun melarikan diri.
“Fajar tewas sampai penuh luka di sekujur tubuh. Sejauh ini kami juga masih dalami apakah korban juga masuk dalam kelompok geng motor atau tidak. Sebab keteranganya yang ada masih berlanjut,” katanya.
Andry mengaku, dalam waktu dekat polisi akan melakukan penyisiran di semua wilayah rawan kelompok motor. Termasuk membentuk satuan kerja khusus yang fokus menangani kelompok motor sadis tersebut.
“Sedang kita siapkan. Satuanya berisi Intel, Reskrim, Narkoba dan Binmas. Kami akan bekerja untuk mendalami masalah yang berkembang ini. Mereka sudah berbuat onar dan mengancam kenyamanan masyatakat,” katanya.
Salah satu pelaku, Pahri Kesit mengaku terdorong seniornya yang memompa motovasi untuk berbuat onar. Dari merekalah, keberanian membacok dan membunuh didapatkan.
“Kalau gak ikut dikira orang culun. Padahal abang-abangan udah baik juga. Jadi mau gak mau ikut. Tapi saya menyesal karena ulah saya berahir jadi gini,” katanya.
Pahri mengaku, untuk membunuh Fajar, dirinya menggunakan bambu warna hijau yang sudah mancung dengan panjang kurang lebih 1,5 meter. Smentara bagian eksekusi adalah Yusfa yang membawa golok tajam. Disaat bersamaan, Cakra menghantam dengan kayu warna cokelat.
“Ya sudah kami hajar dia sampai habis. Di situ saya udah gak ada takut lagi. Pokoknya puas. Tapi sekarang menyesal,” tandasnya.
Pertempuran geng motor mencuat pada Sabtu lalu. Ketika itu, kelompok motor dari tambun konvoi iring-iringan sampai ke Pondok Gede dan Jatiwaringin, Jakarta Timur. Warga yang kesal membantai mereka dengan segala cara. Termasuk mengepung dari dua kampung. (Sep/lamjo/yuz/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
