Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2017 | 12.20 WIB

Polisi Bekuk 7 Geng Motor Pembantai Fajar Muhamad

Pelaku saat diintrogasi polisi - Image

Pelaku saat diintrogasi polisi

JawaPos.com – Polres Metro Jakarta Timur bertindak cepat atas maraknya geng motor yang meresahkan. Dilaporkan satu orang tewas dengan kondisi mengenaskan. Korban bernama Fajar Muhamad warga Jati Cempaka dan bukan dari kelompok geng motor.

“Tapi sudah ada 7 orang yang kami tangkap,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombespol Andry Wibowo, Selasa (23/5).

Andry menjelaskan, ketujuh pelaku masing-masing bernama Muhamad Yusfa, Phahri Kesit, Mitra Cakra Kencana, Supriyanto, Alfi Hidayat dan Adnan Farizi. Semuanya rata-rata berusia 15 sampai 20 tahun.

“Mereka beringas dan sadis jika bentrok dengan orang-orang yang dianggap musuh. Senjatanya aja lengkap, ada pedang, pisau, mandau,  cerulit, bambu runcing, serta batu-batu di pinggir jalan,” katanya.

Dijelaskan Andry, saat kejadian korban sedang asyik nongkrong di sebuah gang bersama teman-temanya. Namun beberapa saat kemudian, datang puluhan orang dengan cara konvoi. Lantaran penampilanya seperti anak motor, kata dia, Fajar dan teman-temanya dibantai temannya pun melarikan diri.

“Fajar tewas sampai penuh luka di sekujur tubuh. Sejauh ini kami juga masih dalami apakah korban juga masuk dalam kelompok geng motor atau tidak. Sebab keteranganya yang ada masih berlanjut,” katanya.

Andry mengaku, dalam waktu dekat polisi akan melakukan penyisiran di semua wilayah rawan kelompok motor. Termasuk membentuk satuan kerja khusus yang fokus menangani kelompok motor sadis tersebut.

“Sedang kita siapkan. Satuanya berisi Intel, Reskrim, Narkoba dan Binmas. Kami akan bekerja untuk mendalami masalah yang berkembang ini. Mereka sudah berbuat onar dan mengancam kenyamanan masyatakat,” katanya.

Salah satu pelaku, Pahri Kesit mengaku terdorong seniornya yang memompa motovasi untuk berbuat onar. Dari merekalah, keberanian membacok dan membunuh didapatkan.

“Kalau gak ikut dikira orang culun. Padahal abang-abangan udah baik juga. Jadi mau gak mau ikut. Tapi saya menyesal karena ulah saya berahir jadi gini,” katanya.

Pahri mengaku, untuk membunuh Fajar, dirinya menggunakan bambu warna hijau yang sudah mancung dengan panjang kurang lebih 1,5 meter. Smentara bagian eksekusi adalah Yusfa yang membawa golok tajam. Disaat bersamaan, Cakra menghantam dengan kayu warna cokelat.

“Ya sudah kami hajar dia sampai habis. Di situ saya udah gak ada takut lagi. Pokoknya puas. Tapi sekarang menyesal,” tandasnya.

Pertempuran geng motor mencuat pada Sabtu lalu. Ketika itu, kelompok motor dari tambun konvoi iring-iringan sampai ke Pondok Gede dan Jatiwaringin, Jakarta Timur. Warga yang kesal membantai mereka dengan segala cara. Termasuk mengepung dari dua kampung. (Sep/lamjo/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore