
Ilustrasi
JawaPos.com - Pasca ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat (19/5) sekira pukul 02.00, di posisi tidur di badan jalan di perumahan PT. Lopo Indah Permai, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, jasad Mikael Louis Alhans (54) sudah diotopsi.
Hanya saja, hingga saat ini penyidik Satreskrim Polsek Maulafa belum mengantongi hasil otopsi yang sudah dilakukan tim medis pada tubuh korban.
"Kita masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan di Denpasar. Kalau kita sudah terima hasil otopsi tersebut baru kita akan bersikap," tegas Kapolsek Maulafa, Kompol I Gusti Putu Arwatha seperti ditulis Timor Express (JawaPos Group) , Selasa (23/5).
Ditegaskan, untuk penanganan kasus tewasnya Mikael Louis Alhans, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa enam orang saksi.
"Sejak kita tangani kasus ini pada Jumat pekan kemarin, sebanyak enam orang saksi sudah kita periksa. Saksi-saksi yang kita periksa itu yakni kelompok pemuda yang pesta minuman keras (miras) kemudian menemukan korban Mikael Louis Alhans sudah tak bernyawa di badan jalan," katanya.
Saksi-saksi lain, katanya, belum diperiksa karena saat kejadian tak ada saksi mata yang tahu kejadian yang dialami korban hingga meninggal dunia. Jika kita sudah terima hasil otopsi barulah kita akan bersikap," ujar I Gusti.
Terpisah, kuasa hukum keluaga Novan Erwin Manafe mendesak agar pihak kepolisian supaya serius menangani kasus tewasnya korban Mikael Louis Alhans pada Jumat malam (19/5).
Sebab, ungkap salah satu pengacara muda di Kota Kupang ini, tewasnya korban Mikael Louis Alhans terdapat banyak kejanggalan.
"Kita minta agar aparat Polsek Maulafa serius menangani kasus ini. Selain karena janggal, tempat ditemukannya korban meninggal dunia dengan tempat para saksi duduk hanya berjarak beberapa meter saja tapi para saksi mengvaku tidak mendengar keributan di TKP," ungkap Novan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebelum ditemukan meninggal dunia di jalan, korban sempat keluar dari rumahnya dan jalan-jalan sambil memegang sebilah pisau. Korban kemudian ditemukan pertama kali oleh saksi Julian Chris Manuain dan Andi Benu sementara tidur telungkup di jalan ketika kedua saksi akan pergi beli minuman keras (miras) di Tofa.
Kedua saksi sempat mengira kalau jasad korban yang tergeletak di jalan itu adalah ternak anjing. Merasa penasaran, maka kedua saksi ini lalu pergi memberitahu lagi teman-temannya yang lain yakni Ruli Kapilawi, Yermi Simantoro dan Angelbert Mboe. Oleh para saksi kemudian melaporkan penemuan jasad korban ke pihak Polsek Maulafa.(gat/nas/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
