Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Mei 2017 | 08.48 WIB

Ungkap Tewasnya Mikael Louis Alhans, Polisi Tunggu Data Ini

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pasca ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat (19/5) sekira pukul 02.00, di posisi tidur di badan jalan di perumahan PT. Lopo Indah Permai, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, jasad Mikael Louis Alhans (54)  sudah diotopsi. 


Hanya saja, hingga saat ini penyidik Satreskrim Polsek Maulafa belum mengantongi hasil otopsi yang sudah dilakukan tim medis pada tubuh korban. 


"Kita masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan di Denpasar. Kalau kita sudah terima hasil otopsi tersebut baru kita akan bersikap," tegas Kapolsek Maulafa, Kompol I Gusti Putu Arwatha seperti ditulis  Timor Express (JawaPos Group) , Selasa (23/5). 


Ditegaskan, untuk penanganan kasus tewasnya Mikael Louis Alhans, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa enam orang saksi. 


"Sejak kita tangani kasus ini pada Jumat pekan kemarin, sebanyak enam orang saksi sudah kita periksa. Saksi-saksi yang kita periksa itu yakni kelompok pemuda yang pesta minuman keras (miras) kemudian menemukan korban Mikael Louis Alhans sudah tak bernyawa di badan jalan," katanya. 


Saksi-saksi lain, katanya,  belum diperiksa karena saat kejadian tak ada saksi mata yang tahu kejadian yang dialami korban hingga meninggal dunia. Jika kita sudah terima hasil otopsi barulah kita akan bersikap," ujar I Gusti.


Terpisah, kuasa hukum keluaga Novan Erwin Manafe  mendesak agar pihak kepolisian supaya serius menangani kasus tewasnya korban Mikael Louis Alhans pada Jumat malam (19/5). 


Sebab, ungkap salah satu pengacara muda di Kota Kupang ini, tewasnya korban Mikael Louis Alhans terdapat banyak kejanggalan. 


"Kita minta agar aparat Polsek Maulafa serius menangani kasus ini. Selain karena janggal, tempat ditemukannya korban meninggal dunia dengan tempat para saksi duduk hanya berjarak beberapa meter saja tapi para saksi mengvaku tidak mendengar keributan di TKP," ungkap Novan.          


Seperti diberitakan sebelumnya, sebelum ditemukan meninggal dunia di jalan, korban sempat keluar dari rumahnya dan jalan-jalan sambil memegang sebilah pisau. Korban kemudian ditemukan pertama kali oleh saksi Julian Chris Manuain dan Andi Benu sementara tidur telungkup di jalan ketika kedua saksi akan pergi beli minuman keras (miras) di Tofa. 


Kedua saksi sempat mengira kalau jasad korban yang tergeletak di jalan itu adalah ternak anjing. Merasa penasaran, maka kedua saksi ini lalu pergi memberitahu lagi teman-temannya yang lain yakni Ruli Kapilawi, Yermi Simantoro dan Angelbert Mboe. Oleh para saksi kemudian melaporkan penemuan jasad korban ke pihak Polsek Maulafa.(gat/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore