Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Mei 2017 | 22.54 WIB

Simak Nih! Modus Pelaku Penjual Anak untuk Dijadikan PSK Bekerja  

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Suwito Saputra alias Wito (37), warga Way Lunik, Panjang, Bandarlampung dan Satinah alias mama Intan (40), warga Banyumas, Jawa Tengah telah resmi ditahan Polsek  Panjang terkait dengan kasus penjualan empat anak di bawah umur untuk dikerjakan sebagai pekerja sex komersial (PSK).


Kapolsek Panjang Kompol Sofingi mengatakan bahwa pengungkapan kasus penjualan anak di bawah umur untuk dipekerjakan sebagai PSK terbongkar saat  korban MS  datang melapor  ke Polsek Panjang.


“Setelah menerima laporan,  saya bersama anggota meluncur ke Eks Lokalisasi Panjang, di rumah bordir Wito ditemukan tiga  orang anak perempuan yang rata-rata dibawah umur asal  Banyumas”. ujar Sofingi seperti ditulis Radar Lampung (Jawa Pos Group), Selasa (16/5).


Sofing menjelaskan cara perekrutan mama Intan terhadap empat korbannya melalui Facebook.  Mama Intan berkenalan di Facebook kepada para korbannya kemudian menjanjikan pekerjaan untuk bekerja di Rumah makan. 


“Setelah terjadinya perkenalan mereka bertemu disuatu tempat. Kemudian Mama Intan langsung mengantarkan mereka ke Lampung dan diserahkan kerumah bordir milik Wito,” Terangnya.


Mama Intan mengaku telah melakukan perbuatannya sebanyak 2 kali ke eks lokalisai panjang. “Saya sudah kenal lama dengan Wito dan saya sudah dua kali menjual ke Wito. Pertama dapat Rp 1 juta  per orang dan yang terakhir ini Rp 5 juta untuk 4 orang”, ucapnya. 


Menurut mama Intan ia melakukan perbuatan tersebut untuk bantu-bantu suminya cari uang, karena mereka sehari-hari bekerja membuka lapak rongsokan. “Saya mau nebus motor yang digadai sebesar Rp4,5 Juta," ucapnya.


Wito mengungkapkan bahwa  keempat anak tersebut datang ke rumah bordir miliknya, langsung  disuntik kontrasepsi agar tidak hamil. ”Saya suntik kontrasepsi karena tamu banyak yang minta main tanpa alat kontrasepsi,” ujarnya polos.


Menurutnya ponsel 4 PSK anak-anak ini  sengaja disita supaya tidak bisa berkomunikasi dengan orang luar dan fokus bekerja.  "Biar mereka fokus kerja  dan uangnnya saya simpan. Kalau  mereka butuh baru saya berikan,"  terangnya. (cw25/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore