
Ilustrasi
JawaPos.com - Surplus daya 100 MW bukan jaminan tanpa pemadaman listrik, bahkan di bulan Ramadhan sekalipun. PLN mengaku tidak berani menjamin lampu nyala terus saat momen puasa nanti.
Manajer PLN Area Penyaluran dan Pengatur Beban (AP2B) Wilayah Kalimantan Barat, Ricky Cahya Andrian mengatakan, pemadaman sebenarnya tidak terpatok hanya pada kekuatan daya semata, namun juga pada ketahanan suplai. "Secara daya kita cukup, pembangkit kita cukup, problemanya ada di penyaluran," katanya baru-baru ini.
Secara umum, Ricky menyebut belum stabilnya tegangan atau terganggunya suplai listrik ke konsumen, salah satunya disebabkan minimnya gardu induk (GI) yang notabene berfungsi mengatur suplai listrik.
"Perlu diketahui, sekarang suplai listrik hanya berasal dari tiga gardu induk, Siantan, Sungai Raya, Kota Baru. Kalau kita berkaca pada kota-kota lain, Makasar misalnya, yang punya delapan gardu induk. Artinya semakin banyak gardu induk dalam kota yang mensuplai Kota Pontianak, itu semakin handal," katanya.
Ricky menyebutkan, keberadaan GI sangat penting untuk mengalihkan daya dari GI satu ke GI lainnya yang sedang mengalami gangguan. "Kalau ada gangguan, dia bisa dimanuver dari gardu induk lain, kuncinya harus banyak bangun gardu induk dalam kota, idealnya minimal delapan gardu induk," katanya.
Ia mengaku sedang mengusulkan ke PLN pusat untuk membangun beberapa gardu induk, guna men-cover kebutuhan listrik masyarakat. "Kita baru usulkan GI Cemara, kemudian GI Rasau untuk memperkuat Bandara. Idealnya Bandara itu harus disuplai dari dua GI, sekarang hanya satu GI, kemudian GI Serdam, karena disana akan tumbuh kota satelit. Apalagi nanti akan ada Ahmad Yani III, akan ada perumahan juga, kemudian GI Ambawang untuk jalur Tayan-Siantan, kemudian GI Jeruju," paparnya.
Dengan banyaknya gardu induk yang ada, dampaknya kualitas tegangan akan semakin bagus. Kalau kualitas tegangan bagus, artinya pelayanan listrik PLN kepada masyarakat semakin bagus. "Suplai listrik akan stabil. Saat ini sistem penyaluran masih terbatas," katanya. (Fikri Akbar/Mohamad iQbaL/fab/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
