
Musala di Dalam Toilet Jadi Perbincangan Netizen
JawaPos.com – Keberadaan musala di di Taman Topi, Jalan Kapten Muslihat, Bogor, mendadak ramai jadi sorotan netizen. Pasalnya, mosala itu berada di dalam toilet atau berdekatan sekali dengan toilet.
Pantauan Radar Bogor (Jawa Pos Group), ada tiga lokasi musala dan toilet yang berada di tiga titik berbeda di kawasan Taman Topi. Dua musala dan toilet terletak di kawasan luar wahana permaianan. Sedangkan satu berada di area wahana.
Nah, lokasi musala di dalam toilet itu berada di luar wahana dan diperuntukan untuk toilet umum. Jika masuk kesana, pengunjung akan menemui ruang musala yang luasnya tak beda jauh dengan toilet yang berada di depannya.
Saking dekatnya apa yang dilakukan oleh orang di toilet akan terdengar di musala. Kondisi itu membuat netizen Lili Sundaningsih dalam akun Facebooknya prihatin.
“Saya bingung pak. Knp tempat ibadah di dlm toilet? Apalagi liat musholah wanitanya yg pas seukuran bilik toilet sebelahnya. Hanya ada 3 sajadah. Sempet saya ga mao sholat tp balik lg krn saya ngerasa ga enak aja blm menjalankan kewajiban dzuhur saya,” tulisnya dengan menandai akun facebook Walikota Bogor, Bima Arya.
Melalui tulisan yang diposting 30 April lalu itu, Dia berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan perhatian lebih untuk memberikan solusi. Karena, dengan kondisi yang sekarang, masyarakat tidak akan nyaman beribadah di tempat tersebut.
“Dan benar saja..saya sholat dengan aroma toilet yg bau pesing,bau carbol dan disaat rakaat ke 3 saya ada ibu ibu teriak anaknya mo berak. Sedih saya pak tempat ibadah memprihatinkan begini,” sambungnya.
Postingan tersebut pun menuai beragam komentar. Salah satunya yaitu pemilik akun Ai Rie. Dirinya setuju untuk Pemkot Bogor segera memperhatikan kondisi tersebut. Karena, menurutnya tempat ibadah sudah seharusnya ada di tempat yang bersih.
“Tolong pa wali kota.hrs memperhatikan tmpt ibadah,.jgn hanya kota2 aja di perhatikan.tp tmpt ibadah yg hrsnya bersih dr najis tp malah ditmpt kotos.tolong dibuat lg,” tulis Ai Rie.
Sementara itu, Humas Taman Topi, Basiran mengatakan, sebelum membangun mushola dan toilet, pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan tokoh-tokoh agama sekitar. Dia heran, bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 70an ini baru dikomplain sekarang melalui media sosial (medsos).
“Ini bukan baru, sudah lama, kalau ada usulan atau komplain lebih baik langsung ke pihak kami pengelola,” jelasnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), Minggu (14/05).
Padahal, menurut dia, musala sudah cukup layak untuk digunakan sebagai tempat beribadah. Hal itu ditandai dengan banyaknya masyarakat yang lebih memilih beribadah di tempat tersebut daripada di musala umum. Bahkan Basiran menantang untuk mengeceknya setiap hari bahwa tempat tersebut selalu dirawat.
“Di sini lihat sendiri, orang rata-rata lari ke sini karena tempatnya bersih tempatnya enak. Tapi tidak menutup kemungkinan memang ada orang yang mengatakan kurang. Kami bukan ngada-ngada, mungkin kalau saya yang bilang akan dikatakan mengada-ngada. Silakan dicek setiap hari,” ucapnya.
Meski begitu, pihaknya siap mengubah bangunan yang dianggap tidak lazim tersebut. Karena, menurutnya hal dijadikan bahwa evaluasi untuk membuat para pengunjung nyaman.
“Kalau memang itu tidak bagus dan tidak layak, kan kita masih bisa mengubah seperti yang diinginkan masyarakat maupun pemerintah daerah,” tandasnya. (cr3/pj/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
