
Ilustrasi
JawaPos.com - Bencana longsor kembali menimpa tanah air. Hujan deras yang mendera Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan sejak Kamis malam (11/5) memicu terjadinya longsor dan menimbun rumah penduduk di Dusun Harapan Makmur I Desa Maliwowo Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur.
Musibah yang terjadi pada Jumat (12/5) pukul 05.30 WITA itu mengakibatkan sejumlah rumah tertimbun longsor dan tujuh orang meninggal dunia. Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), longsor itu selain mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, juga terdapat luka berat 7 orang, dan 14 rumah rusak tertimbun longsor.
Longsor juga menutup lalu lintas jalan Trans Sulawesi - Tarengge Malili terputus karena tertimbun material. Adapun ketujuh korban meninggal dunia Darwis (L), Oga (L), Nanni (P), Erna (P), Sri (P), Sul (L), dan Haerul (L). Tujuh korban luka berat adalah Sandi (L), Sindi (P), Ma Sandi (P), Ical (L), Emi (P), Cummang (L), dan Ma Candra (P).
Mereka sudah dievakuasi oleh tim SAR, petugas gabungan dan relawan. Sementara untuk korban luka-luka dirujuk ke Rumah Sakit I Lagalilo Wotu. "Satu korban masih dalam proses evakuasi karena berada di dalam kendaraan yang tertimbun longsor," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kepada JawaPos.com, Jumat (12/5).
Pihak BNPB menyebut, hingga saat ini pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban masih dilakukan. Data tersebut masih bersifat sementara karena lokasi longsor belum ditangani seluruhnya dan longsor susulan masih terjadi di beberapa titik.
Penanganan darurat masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Luwu Timur dibantu TNI, Polri, PMI, Dinas PU dan Dinas Pemadam Kebakaran. Semuanya masih melakukan evakuasi dan pembersihan longsor.
Selain itu, BNPB juga telah mengirimkan personil tim reaksi cepat untuk mendampingi BPBD Luwu Timur. BNPB memberikan bantuan dana siap pakai untuk oprasional darurat. 100 personel dari Polres ditambah dengan 1 SSK Brimob dari Masamba Luwu Utara dikerahkan membantu penanganan. 5 alat berat sudah di lokasi untuk menyingkirkan material longsoran terdiri dari 3 unit excavator dan 2 unit backhoe loader.
"Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi longsor. Hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi selama musim pancaroba hingga Mei 2017," tutup Sutopo Purwo Nugroho. (ded/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
