Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 April 2017 | 22.15 WIB

Kakek Bejat, Setelah Memperkosa Tinggalkan Korbannya di Kebun Tebu

TRAUMA: Korban Pt saat ditemui koran ini di rumahnya kemarin. Ia mengalami guncangan akibat peristiwa yang baru saja dialaminya. - Image

TRAUMA: Korban Pt saat ditemui koran ini di rumahnya kemarin. Ia mengalami guncangan akibat peristiwa yang baru saja dialaminya.

JawaPos.com -Prilaku kakek satu cucu ini memang biadab. Tega melampiaskan nafsu bejatnya pada seorang bocah PT, 12, yang tidak lain tetangganya di Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Aksi bejat itu dilakukan di kebun tebu desa setempat, sekitar pukul 16.00.  Ironis nya, setelah melancarkan aksinya, pelaku meninggalkan Pt sendirian di Tempat Kejadian Perkara (TKP)


Akibat perbuatan pelaku, Pt mengalami trauma berat. Ia enggan berbicara pada orang yang tidak dikenalnya. Seperti yang korban perlihatkan, kala Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke rumahnya Sabtu (29/4). Saat itu, korban terbaring di atas kasur tipis yang diletakkan di ruang tamu. Wajahnya pucat, sesekali Pt menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.


Korban kemarin didampingi Sm, pamannya; bidan desa setempat; dan kepala desa. Sang paman terus mengipasi keponakannya itu. Bn, kepala desa setempat mengatakan, peristiwa memilukan itu bermula dari telepon Sirat pada Ed, kakak korban, sekitar pukul 17.30. Namun, Ed saat itu tengah melaut. Diduga, Sirat sudah tahu kondisi tersebut.


Ia berpura-pura menelepon Ed. Padahal pelaku sudah berniat tidak baik. Kepada korban, pelaku berpurapura kalau menerima duit melalui transfer dari Sm, paman korban. Nah, pelaku kemudian meminta korban mengambil duit tersebut ke rumahnya. “Katanya uang Rp 5 juta itu dikirimkan kepadanya. Lalu Pt ini diminta untuk mengambil di rumahnya,” ujar kades. Pt yang memang sudah kenal dengan Sirat, tidak menaruh curiga. Seorang diri, Pt kemudian berangkat ke rumah pelaku yang berjarak sekitar 400 meter. “Ternyata tidak sampai rumahnya, Sirat sudah menunggu Pt di jalan desa. Saat itulah Pt didekap oleh Sirat, dan diseret ke kebun tebu. Saat diseret itu, Pt mencoba melawan dan berteriak,” ujarnya.


Khawatir terdengar oleh warga, Sirat membawa Pt ke ladang tebu yang lokasinya lebih jauh dari jalan desa. Sirat membawanya ke dekat rimbunan bambu-bambu. Disanalah, Sirat mengerjai kor ban yang tak lagi bisa melawan. Bejatnya lagi, puas menggagahi korban, pelaku meninggalkan bocah itu sendirian. “Sirat membiarkan Pt sendirian. Pt ini pulang sendiri sambil nangis- nangis. Tetangga yang tahu akhirnya menolong Pt dan ditanyai kenapa menangis. Akhirnya, kita tahu kalau sudah diperkosa Sirat,” ujarnya.


Pihak desa dan keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonomerto saat itu juga. Petugas dari polsek bersama perangkat desa setempat, langsung mendatangi rumah Sirat. “Tapi sampai disana, Sirat sudah tidak ada. Kata keluarganya sudah pergi. Ndak ada yang tahu pergi kemana,” ujarnya.


Kades mengungkapkan, Sirat tahu no ponsel yang dipegang Pt, karena nomor tersebut adalah nomor Edi, kakak korban yang saat kejadian tengah melaut. Ketika bekerja, nomor tersebut dipasang di ponsel milik Pt. “Ponselnya milik Pt, tapi nomor itu punya Ed. Sirat tahu kalau Ed sedang melaut, makanya nomor Edi dipegang oleh Pt. Mungkin karena tahu HP-nya dipegang Pt, Sirat langsung menghubungi Pt,” katanya.


Sementara itu, Sm, paman korban membantah jika dirinya me lakukan transfer uang seperti yang disampaikan Sirat pada Pt. Bahkan, Samo terkejut mendengar dirinya disangkutpautkan dengan peristiwa yang menimpa keponakannya itu. “Saya tidak tahu sama sekali soal transfer uang, dan itu tidak benar,” ujarnya geram. Sm sendiri bekerja di Surabaya sebagai buruh bangunan. Setelah mendapatkan kabar terkait perkosaan pada keponakannya, Sm lantas memilih pulang ke rumahnya. “Sekarang dia malah kabur. Saya berharap semoga dia segera ditangkap. Jahat sekali orang seperti itu,” katanya ma rah.


Malam itu juga, Pt dibawa petugas dari polsek ke RSUD dr Mohamad Saleh untuk dilakukan visum. Korban saat itu didampingi keluarga serta perangkat de sa. Hasil visum ini ternyata mem buktikan, jika memang ada tanda trauma fisik pada tubuh korban. “Saya kemarin ikut ke RSUD dr Mohamad Saleh. Dari keterangan dokter membenarkan kalau ada tanda pemerkosaan,” ujar Sh, salah satu kerabat Pt. Sementara itu, AKP Sugiman, Kapolsek Wonomerto mem benarkan jika Jumat (28/4) malam lalu, ada laporan dari warga terjadi tindak pemerkosaan pada anak-anak. Namun, laporan pemerkosaan itu telah di lim pahkan pada Unit Perlindungan Pe rempuan dan Anak (PPA) Pol res Pro bolinggo Kota. “Setelah menerima laporan itu, ada petugas dari Polsek Wonomerto yang turun untuk mencari terduga pelaku. Namun, sayangnya terduga pelaku sudah tidak ada di rumahnya,” ujar Sugiman saat dikonfirmasi Sabtu (29/4).


Mantan Kasatsabhara ini mengungkapkan penyidikan sudah tidak ditangani oleh polsek. Namun, polsek akan tetap membantu proses pencarian terduga pelaku. “Belum ditetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang, Red). Namun, kami tetap akan ikut mencari. Sampai saat ini belum ada kabar terkait terduga pelaku,” jelasnya. (put/rf/JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore