
RUSAK: Salah satu bangunan yang rusak akibat tertimpa pohon alba saat hujan deras disertai angin puting beliung, kemarin.
JawaPos.com - Angin puting beliung menghancurkan sejumlah bagunan di Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan, Selasa (25/4) sekitar pukul 15.00. Bangunan yang rusak yakni sebuah rumah, Workshop Baja Archindo Steel, dan kandang ayam.
Kakak Pemilik Workshop Baja Archindo Steel, Mulyanto mengatakan, saat kejadian ada 15 pekerja yang berada di workhsop. Beruntung pohon alba setinggi 15 meter yang roboh tidak menimpa pekerja.
“Saat hujan lebat disertai angin terdengar bunyi pohon retak, beruntung pekerja bisa berlari melalui pintu belakang,” katanya.
Dia mengungkapkan, ditaksir kerugian mencapai Rp 170 juta. Sebab, tidak hanya bangunan yang rusak, alat berat untuk produksi baja yang berada di dalam juga tertimpa pohon. Selain itu, beberapa alat korslet terendam air hujan yang masuk melalui atap yang hancur.
“Nilai bangunannya Rp 70 juta. Kemudian alat-alat berat ikut rusak yakni genset, bor listrik, cutting baja, katrol, kren, dan alat las, ditaksir nilainya Rp 100 juta,” imbuhnya.
Di tempat lain, dua rumah rusak ringan tertimpa pohon yakni milik Triyono dan Aminto. Kedua rumah rusak pada bagian atap dengan kerugian masing-masing rumah berkisar Rp 1 juta. Nasib kurang beruntung menimpa Kaslam, dua kejadian membuatnya rugi besar.
Dia tidak menyangka saat tengah memberi makan ayam, pohon alba milik tetangga yang tidak jauh dari tempatnya roboh menimpa atap kandang ayam. Sedangkan pohon alba miliknya menimpa workshop baja Archindo Steel Susanto.
“Saat kejadian saya masih di dalam kandang, beruntung dapat menyelamatkan diri dan berlari ke rumah. Namun sampai di rumah saya mendengar kabar pohon alba milik saya menimpa workshop milik Pak Susanto,” terang Kaslam.
Kaslam mengaku belum mengetahui kerugian yang dialami. Menurutnya, semuanya serba mendadak. Baik kerugian kandang ayam maupun ganti rugi gudang baja. “Saya belum menghitung nominalnya, memikirkannya saja membuat hati kecut,” ucapnya dengan wajah pucat.
Terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Muhsoni mengatakan, setelah mendapatkan laporan warga pihaknya segera menuju tempat kejadian untuk melakukan evakuasi pohon dan mengimbau penghuni rumah untuk mengungsi.
“Ditakutkan bagian rumah yang tertimpa pohon menjadi rapuh dan sewaktu-waktu bisa ikut ambruk,” katanya.
Muhsoni menerangkan, angin puting beliung kemungkinan besar masih muncul sampai musim pancaroba berakhir sekitar bulan Mei. Ia mengimbau bagi pemilik pohon untuk memapras dahan dan menebang pohon besar yang berada disekitar pemukiman.
“Hujan deras akhir-akhir ini membuat tanah menjadi gembur. Seperti empat pohon di Desa Pengadegan, tanah tidak kuat menahan daya ikat akar pohon dan mengakibatkan pohon roboh setelah diterpa angin puting beliung,” terangnya. (gal/sus/yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
