
Ilustrasi
JawaPos.com - Jatah pupuk bersubsidi untuk para petani di Kabupaten Katingan, Kalteng, berkurang drastis tahun ini. Dimana kali ini hanya mendapatkan jatah 900 ton saja. Padahal kebutuhan pupuk bersubsidi di Kecamatan Katingan Kuala dan Kecamatan Mendawai per tahunnya mencapai 12 ribu ton.
“Untuk dua kecamatan itu saja sawah yang perlu dilakukan pemupukan sebanyak 12 ribu hektar, belum lagi untuk kecamatan yang lain,” Kata Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Katingan, Hendri dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Senin (24/4).
Dikatakan Hendri, Dalam satu hektarnya diperlukan kebutuhan pupuk paling tidak sekitar 100 kilogram. “Jadi kita sangat kekurangan untuk pupuk bersubsidi ini,” jelas Hendri.
Mantan Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Katingan ini menjelaskan, berkurangnya jatah pupuk bersubsidi memang bukan tanpa alasan. Penyebab utamanya karena kesalahan perencanaan dari UPTD dan penyuluh di lapangan. “Sebab pada saat melakukan Survey Intimidasi Design (SID), tidak dengan data di lapangan. Sehingga terkesan apa adanya,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, lanjut Hendri, dalam waktu dekat ini, dirinya akan mengundang seluruh kepala UPTD dari 13 kecamatan beserta penyuluhnya untuk melakukan rapat internal.
“Saya undang mereka, guna menyikapi dan menindaklanjuti kesalahan perencanaan dimaksud. Sehingga untuk di tahun-tahun selanjutnya, pengadaan pupuk bersubsidi ini tidak lagi mengalami kekurangan,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, pupuk bersubsidi harganya jauh lebih murah dari pada harga pupuk nonsubsidi. Kalau pupuk bersubsidi harganya sekitar Rp 115 ribu saja per karung dengan isi sekitar 50 Kg. Sedangkan pupuk nonsubsidi harganya sekitar Rp 300 ribu per karung dengan isi yang sama.
“Artinya kalau harga pupuk sekitar Rp 300 ribu perkarung, maka para petani hanya mengeluarkan dana sekitar 35 persen saja untuk membeli pupuk dimaksud,” sebutnya. (eri/ang/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
