Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2017 | 15.56 WIB

Ketika Perampok Bersenpi Panik Saat Dikepung Warga

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Aksi kawanan dua orang perampok bersenjata api berhasil digagalkan oleh karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Raptama Medan Tuntungan, Sumatera Utara (Sumut) Kamis (20/4).


Kendati demikian, sebelum terkepung oleh warga pelaku sempat menyentrum wajah dan memukul korban. Beruntung Lorinta, salah satu korban dapat berteriak minta tolong hingga akhirnya didengar warga.


Dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Group), aksi itu berlangung di Jalan Bougenville II sekira pukul 11.00 WIB. Lorinta, karyawan KSP Raptama yang menjadi korban perampokan menceritakan, pelaku berjumlah dua orang tanpa mengenakan penutup wajah. Mereka datang sekira pukul 11.00 WIB. Saat baru tiba mereka menanyakan pimpinan KSP Raptama.


“Dengan membusungkan dada, mereka masuk menanyakan bos kami. Begitu saya jawab tidak ada, dia langsung menyetrum wajah saya,” kata Lorinta.


Terkena setruman itu membuat Lorinta terjatuh dan berupaya melarikan diri. Namun pelaku langsung mengeluarkan pistol dan mengancam akan menembak jika melarikan diri. “Saya sempat jatuh dan sempat berteriak minta tolong. Kemudian temannya datang. Mereka berdua memegang pistol,” bebernya.


Tak cuma Lorinta, karyawan lainnya, Lina juga mengalami penganiayaan. Kepalanya sempat dipukul gagang pistol oleh pelaku. “Saya juga dianiaya, kepala saya dipukul pakai pistol. Saya juga terjatuh dan pelaku berupaya membekap dan menodong pistol ke kepala saya,” cerita Lina.


Saat kejadian itu, Lina mengaku sudah pasrah akan nyawanya. “Saya sangat shock saat itu. Soalnya ditodong pistol. Kalaupun mati, ya sudahlah,” ujar Lina.


Namun beruntung, teriakan Lorinta minta tolong didengar warga sekitar. Akibat kedua pelaku terlihat panik dan berupaya melarikan diri.


Sebelum lolos, pelaku sempat diadang oleh Didik Prakoso. Adangan itu mental saat menodongkan pistolnya ke arah Didik. Tidak hanya itu, saat hendak kabur pun menggunakan sepeda motor matic Mio Soul berwarna biru, warga sempat melakukan penghadangan di persipangan Jalan Lizardi menuju Jalan Bougenville II. Namun warga terpaksa melepas pelaku karena ditodong pistol.


"Perampoknya sempat dihadang warga. Tapi dia menodongkan kembali senjatanya dan warga yang mengadang tidak berani. Akhirnya terbuka jalan dan perampoknya lari," ungkap Didit.


Usai pengepungan itu lantas sekira pukul 12.00 WIB, aparat kepolisian pun datang. Tampak Kepala Subdit III/Jahtanras Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah berada di lokasi.


Sejumlah petugas kepolisian gabungan dari Polrestabes Medan, Polsek Delitua, dan Polda Sumut melakukan olah TKP. Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) turun membawa bubuk hitam untuk mengecek apakah ada sidik jari para pelaku tertinggal.


Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu mengatakan, timnya turun untuk memback-up Polrestabes Medan dan Polsek Delitua. “Saya ke lokasi untuk mengecek dan memintai keterangan warga,” ujar Faisal.


Saat ditanya, apakah pihaknya ada mengambil rekaman CCTV milik warga sekitar, dia mengatakan belum ada. “Belum ada untuk itu, saya masih di kantor ini baru pulang dari lokasi. Kita masih akan menelusuri mudah-mudahan terungkap,” ujarnya. (dvs/adz/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore