Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 April 2017 | 18.40 WIB

Menag Resmikan Perguruan Tinggi Katolik Negeri Pertama di Indonesia

Inilah kampus STAKatN Pontianak yang akan diresmikan Menteri Agama RI pada hari ini, Rabu (5/6). - Image

Inilah kampus STAKatN Pontianak yang akan diresmikan Menteri Agama RI pada hari ini, Rabu (5/6).

JawaPos.com - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin dijadwalkan akan meresmikan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak, hari ini (6/4). Kampus ini menjadi Perguruan Tinggi Katolik Negeri pertama di Indonesia.


Menurut Ketua Panitia Peresmian Andreas Muhrotien, Surat Keputusan berubah status menjadi Perguruan Tinggi Katolik Negeri tersebut sudah terbit sejak 17 Januari lalu. Ini menunjukkan kehadiran pemerintah terhadap pendidikan agama Katolik di negeri ini menjadi lengkap.


"Ini merupakan perhatian pemerintah terhadap pendidikan agama Katolik, karena STAIN sudah ada, Sekolah Tinggi Kristen Negeri sudah ada, Hindu, Buddha sudah ada, dan ini untuk menggenapi lah," papar ketika ditemui Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) di Kampusnya yang terletak di Jalan Parit Haji Muksin II, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Rabu (5/4).


Setelah resmi dinegerikan, selanjutnya akan ada penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pertama sebagai dasar pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran. "Penyerahan DIPA pertama untuk biaya operasional sembilan bulan setelah dinegerikan," ujar Andreas.


Dijelaskan Andreas, kampus itu awalnya swasta dengan nama Sekolah Tinggi Pastoral (STP) St. Agustinus, Keuskupan Agung Pontianak yang berdiri sejak tahun 2006 sampai 2017. Dalam prosesnya menjadi negeri ada syarat yang harus dipenuhi. "Untuk menjadi negeri harus ada syarat mutlak berupa tanah harus diserahkan kepada pemerintah," pungkasnya.


Karena Kampus yang lama berdiri di atas tanah milik Keuskupan, maka tidak bisa diserahkan sebagai untuk memenuhi syarat tersebut. Untuk itu, dicarilah tempat yang baru dan disiapkan tanah dengan luas sekitar 1,5 Hektar. "Ini lah bakal sebagai aset yang diserahkan kepada pemerintah, dan ini yang dinamakan kampus dua. Sedangkan kampus satu tidak diserahkan" ungkapnya.


Andreas mengatakan, di atas tanah yang telah disiapkan pemerintah tersebut dibangun gedung baru. Jadi, tanah dan gedung tersebut milik pemerintah. Termasuk biaya operasionalnya. "Gedung ini dibangun pemerintah, dengan delapan kelas dan satu untuk asrama," tutup Andreas.


Peresmian ini rencananya akan dihadiri Gubernur Kalbar, Uskup Agung, Keuskupan Agung Pontianak, Jajaran Ditjen Bimas Katolik, Hindu, Buddha, Islam, Kristen Kementerian Agama, dan Kepala Dinas terkait di Provinsi Kalbar. (Ambrosius/Arman/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore