
Ilustrasi
JawaPos.com - Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dinilai lebih unggul dibandingkan dengan yang lainnya. MKJP memiliki rentang waktu yang lama. Misalnya implan selama tiga tahun dan intra uterine device (IUD) yang bisa sampai 10 tahun.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DPPKBP3A) Asep Wahyu mengatakan, secara kesehatan, MKJP lebih aman bagi penggunanya.
“MKJP memiliki rentang waktu yang lama. Ini sangat dianjurkan bagi yang ingin membuat jarak kehamilan relatif jauh. InsyaAllah MKJP lebih aman, efektif, dan efisien,” bebernya di Ngamprah, kemarin.
Meurutnya, MKJP tidak memasukan zat antibiotik ke dalam tubuh. Berbeda dengan alat kontrasepsi KB jenis pil atau suntik yang secara periodik memasukan semacam itu.
Atas kelebihan itu, pihaknya rutin menggelar kegiatan pelayanan KB. Seperti yang digelar di Parongpong pekan lalu, respon masyarakat sangat bagus.
“Hasilnya dalam event pelayanan KB itu, pengguna IUD ada 95 orang dan implant ada 38 orang. Alhamdulillah, acara ini dihadiri pula oleh Bupati dan Ibu Elin sebagai ketua TPPK KBB,” ungkapnya.
Tidak hanya sekedar program. Pihaknya telah membuktikan karya. Beberapa tahun ini, capaian target KBB telah melampui Jawa Barat.
Di KBB, capaian MKJP bagi pasangan usia subur (PUS) telah mencapai kurang lebih 25 persen dari 253.870 peserta KB se-KBB. Sementara Jawa Barat menargetkan capaian MKJP tersebut rata-rata harus 24 persen dari keseluruhan peserta KB dengan berbagai alat kontrasepsinya.
“Itu hasil evaluasi tahun 2016. Kalau dilihat dari pesertanya memang relative masih sedikit. Tapi kalau hasil capaiannya sudah melebihi target Jabar,” katanya.
Ia pun mengungkapkan data. Pada tahun 2016 kemarin, jumlah pasangan usia subur (PUS) di KBB mencapai 326.115 dari sekitar 1,8 juta penduduk di KBB. Artinya hanya sekitar 77,85 persennya PUS di KBB, yang ikut ber-KB.
“Meski masih relative banyak yang belum mengikuti program pemerintah tersebut, justru capaian itu dianggapnya masih terbilang bagus,” tandasnya. (bie/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
