Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 April 2017 | 11.10 WIB

Ribuan Warga Nyaris Bentrok dengan Puluhan Preman

SANDERA PREMAN: Ribuan warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, menyandera truk yang mengangkut puluhan preman di depan balai desa setempat. - Image

SANDERA PREMAN: Ribuan warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, menyandera truk yang mengangkut puluhan preman di depan balai desa setempat.


JawaPos.com- Mulai meredanya ketegangan di balik polemik antara warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, dan pabrik karet PT Bumi Nusa Makmur (BNM) diam-diam dimanfaatkan pihak lain dengan memunculkan gelembung masalah baru.



Ya, di tengah sidang tuntutan pencabutan SK bupati Mojokerto di PTTUN Surabaya, Selasa (4/4) sejumlah massa yang tidak diketahui asal usulnya justru menyulut keresahan. Mereka yang datang dengan menumpang dua truk tersebut diduga merupakan orang suruhan. Mereka berencana membongkar paksa portal yang belakangan didirikan warga setempat sebagai upaya menolak beroperasinya pabrik karet. Situasi pun memanas.



Kedatangan sekelompok orang dari luar Mojokerto itu lantas menjadi sorotan warga setempat. Dalam sekejap, ribuan warga tumplek blek di sekitar Balai Desa Medali. Namun, hawa keributan itu dengan cepat diredam aparat kepolisian dan tokoh masyarakat. Warga dan massa preman yang sudah saling berhadapan pun bisa ditengahi.



Di tengah ribuan warga, massa tak dikenal itu diamankan polisi dengan dinaikkan truk. Mereka pun dibawa ke Mapolres Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan. ’’Mereka kami amankan ke sini (Polres Mojokerto) agar tidak menjadi sasaran amuk massa,’’ ungkap Kapolsek Puri AKP Airlangga Pharmady di Mapolres Mojokerto kemarin.



Ketegangan itu bermula setelah sedikitnya 67 orang yang ditengarai preman bayaran didatangkan ke PT BNM. Diduga, puluhan orang tersebut diminta membongkar portal dan mengawal truk kontainer pengangkut limbah pabrik karet yang akan keluar masuk pabrik. Tak urung, ketegangan pun pecah. Bahkan, ribuan warga yang sudah standby di simpang tiga depan Balai Desa Medali seolah sudah siap.



’’Kalau itu tadi (kemarin, Red) sampai turun dari truk, mungkin sudah tidak selamat. Sebab, warga benar-benar sudah marah,’’ tegas salah seorang warga di lokasi.



Untung, kegeraman warga akan kehadiran massa yang tidak diinginkan itu berhasil diredam tokoh masyarakat dan petugas kepolisian. Kapolsek Puri Airlangga Pharmady menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan tujuan kedatangan 67 orang tersebut. Dia juga belum bisa mendeteksi kembali siapa pihak yang bertanggung jawab atas kedatangan mereka ke Desa Medali.



Selain masih melakukan pendataan, polisi baru mengumpulkan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. ’’Yang pasti, mereka ini bukan karyawan pabrik (PT BNM). Tunggu hasil pemeriksaan saja,’’ tandasnya.



Kepala Desa Medali Miftahuddin menuding puluhan orang tidak dikenal tersebut didatangkan pabrik. ’’Hasil interogasi kami, orang-orang ini kebanyakan di suruh perusahaan,’’ kata Miftah.



Apalagi, tambah Miftah, sebelum terjadi kericuhan, puluhan preman di atas truk sempat emosional dan berusaha melawan saat ditanya warga. Saat itu warga sedang menjaga portal di Dusun Pohgurih, Desa Sumolawan, Kecamatan Puri. ’’Bahkan, ada yang membawa sajam,’’ tegasnya.



Sementara itu, berdasar pendataan, 67 orang tersebut berasal dari beberapa daerah. Di antaranya, Krian dan Taman (Sidoarjo), Jombang, Gresik, serta Jetis dan Gedeg (Kabupaten Mojokerto). (ori/ris/c5/end)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore