Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Maret 2017 | 22.14 WIB

Laka Lantas Meningkat, Polres Nunukan Gencar Sosialisasi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Selama tiga bulan terakhir, kasus kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan pengendara Meninggal Dunia (MD) sepertinya mengalami peningkatan. Namun, dari data Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Nunukan, hanya mencatat tiga kasus kecelakaan MD.


Kepala Satlantas Polres Nunukan AKP Abu Sangit mengungkapkan, periode Januari hingga Maret 2017, angka kasus kecelakaan hingga mengakibatkan MD hanya terdata tiga kasus MD yang dialami orang dewasa.


“Ada tiga orang yang menjadi korban kecelakaan meningal dunia. sedangkan luka berat ada dua orang, sementara luka ringan sebanyak empat orang. Itu data yang kami catat,” ujar Abu kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group) ketika dikonformasi, Sabtu (18/3).


Abu mengatakan, data tersebut merupakan data resmi yang dicatat pihaknya atas Laporan Perkara (LP) kasus kejadian laka yang dilaporkan ke Satlantas. Diakuinya masih banyak kejadian laka yang enggan dilaporkan, namun pihaknya memastikan kasus tersebut biasanya diselesaikan secara kekeluargaan.


Padahal dari pantauan media ini, sepekan kemarin banyak kejadian laka tragis yang hingga mengakibatkan penggendara luka serius bahkan meninggal dunia. Di antaranya seperti kasus laka yang terjadi di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Nunukan Timur.


Kendaraan roda dua (R2) yang dikendarai dua orang anak dibawah umur menabrak kendaraan pickup hingga membuat kaca depan mobil tersebut pecah. Sementara dua anak yang menabrak mobil tersebut diketahui mengalami luka serius. Meski sempat dirawat, satu dari anak tersebut diketahui meninggal dunia.


Melihat keadaan itu, Abu menjelaskan, pihaknya sudah sering melakukan kegiatan sosialisasi serta beberapa kegiatan imbauan terhadap pengguna kendaraan.


“Kami selalu lakukan sosialisasi, ke sekolah-sekolah karena yang selalu ugal-ugalan adalah pelajar yang tidak teratur ketika menggunakan kenderaan target utama dari Lantas adalah pelajar,” katanya.


Menurut Abu, kegiatan sosialisasi tidak sekedar dilakukan kepada pelajar, tapi termasuk pengedera roda empat (R4) dan R2. Utamanya mereka yang berkerja sebagai tukang ojek. “Sosialiasi juga dilakukan kepada sopir angkot dan tukang ojek agar tetap berhati-hati dalam berkendara, jangan terburu-buru mengejar penumpang,” katanya menambahkan.


Untuk itu pihaknya tetap selalu mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tertib berlalu lintas dan sopan agar tidak terjadi kecelakaan. Sebab maskyarakat wajib mematuhi aturan berlalulintas. Jangan sampai, mengalami kerugian ketika terjadi kecelakaan karena tidak mematuhi aturan lalu lintas.


“Intinya kita akan terus melakukan sosialiasasi tertib berlalu lintas, selain mengurangi angka kecelakaan lalu lintas juga meningkatakan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas sehingga tercipta Tertib Berlalu lintas,” pungkas Abu. (raw/ogy/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore