
Warga mengevakuasi sepeda motor yang dibakar geng motor di Sagulung. Minggu (12/3).
JawaPos.com - Di waktu subuh, Minggu (12/3), warga Kaveling Nato, Sagulung, Kota Batam digegerkan dengan suara di tanah kosong di dekat SMPN 21, Sagulung.
Sekelompok pemuda dari geng motor terlibat kericuhan yang berujung pada aksi anarkistis. Sebuah sepeda motor hangus akibat terbakar pada kejadian itu.
Tak ayal warga yang melihat sempat ketar-ketir dengan aksi tawuran tersebut. Hingga akhirnya aksi tawuran itu tidak berlangsung lama, karena mereka sempat didatangi puluhan warga hingga meraka kocar-kacir melarikan diri.
Nurdin, warga di lokasi kejadian menuturkan, keributan itu terjadi saat warga baru selesai menjalani salat subuh. Saat itu terdengar suara ribut orang bentrokan di lahan kosong samping gedung SMPN 21.
Warga yang merasa terusik dengan keributan itu akhirnya beramai-ramai datangi lokasi kejadian dan saat warga datang kelompok remaja itu sudah tak ada lagi. "Mereka sudah kabur, tapi sepeda motor ini masih berasap karena dibakar," kata Nurdin seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (13/3).
Warga tidak tahu pasti penyebab tawuran remaja tersebut. "Ada banyak botol minuman. Mabuk-mabukan mereka," ujar Heri, warga lainnya.
Hanya diketahui salah seorang remaja yang terlibat tawuran itu merupakan anggota pesepeda motor yang selama ini kerap berbuat onar dan meresahkan masyarakat di sana.
"Itu kelompok anak-anak muda yang sering balap liar, begal, jambret dan palak. Tiap malam mereka nongkrong di lahan kosong ini. Anak-anak sini juga," kata Heri.
Atas kejadian ini warga sangat menyayangkan lambannya kinerja kepolisian karena tindak kriminal itu sudah meresahkan masyarakat. "Ini bukan yang pertama, baru-baru ini ada yang dibacok kelompok pemuda itu, seharusnya polisi sudah tegas. Tangkap dan penjarakan semua yang membuat keributan ataupun kriminal itu," tutur Ruslim, warga lainnya.
Belum lama ini Tio Arisandi, pemuda 21 tahun warga perumahan Batuaji Riau Bertuah (BRB), Sagulung dibacok oleh kelompok remaja bersepeda motor tak jauh dari lokasi tawuran itu persisnya di Jembatan Nato.
Tio dibacok karena tak memberikan uang yang diminta kelompok remaja bersepeda motor itu. Polisi Sagulung yang melakukan penyelidikan, baru menangkap dua terduga pelaku. Sementara Ba, otak pelaku pembacokan belum tertangkap sampai siang kemarin.
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto mengatakan, pihak terus berupaya keras untuk berantas aksi kejahatan itu. Namun karena keterbatasan personil dan para pelaku kriminal yang sering berpindah-pindah tempat memang tak mudah untuk mengatasi semuanya secara bersamaan.
"Kami tetap bekerja, patroli, pengungkapan dan pengamanan. Untuk pelaku pembacokan itu sudah dua terduga (pelaku) yang kami amankan. Satu pelaku utama masih kami buruh," ujar Hendrianto. (eja/iil/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
