Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Februari 2017 | 17.45 WIB

TKI Tewas di Taiwan, Pemerintah Kesulitan Cari Info Sopiah 

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang kesulitan mencari data akurat terkait kabar kematian Sopiah, tenaga kerja Indonesia asal Kecamatan Cilamaya Kulon, yang ditemukan tewas di Kota Yilan, Taiwan pada Selasa (15/2) lalu. 


Hingga kini, Disnakertrans Karawang terus melakukan kontak dengan Kementerian Luar Negeri dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Kepala Disnakertrans Karawang, Ahmad Suroto mengatakan, data base pada Disnakertrans Karawang tidak menemukan data tentang almarhumah Sopiah. 


Diduga, Sopiah melakukan pemberangkatan melalui sponsor di luar Karawang. Sehingga memungkinkan ada perbedaan data kependudukan yang dibawa Sopiah ke Taiwan. “Kita belum temukan data atas nama Sopiah dengan alamat Desa Sumur Gede Kecamatan Cilamaya Kulon,” kata Suroto sebagaimana dilansir Karawang Bekasi Ekspres (KBE/JawaPos Grup), kemarin (21/2).


Suroto berujar, kasus sulitnya mencari data TKI asal Karawang karena banyak TKI asal Karawang berangkat melalui jalur sponsor yang berada di Jakarta. 


Padahal, pihaknya sudah menghimbau kepada masyarakat jika ingin menjadi pekerja di luar negeri, bisa dilakukan di Disnakertrans karena sudah bersistem satu pintu. 


“Ini juga untuk kemudahan pencarian data jika terjadi masalah. Supaya keluarga yang ditinggalkan TKI bisa mengetahui kabar pasti,” ungkapnya.


Suroto memastikan para TKI yang berangkat melalui jalur legal dan melalui tahapan yang dilakukan Disnakertrans, dipastikan pemerintah dapat menjamin data administrasi TKI karena terdaftar pada kedutaan besar dan KJRI. Namun, Suroto menyayangkan banyak masyarakat Karawang yang ingin menjadi TKI memilih jalur illegal karena dianggap lebih cepat.


Saat diwawancarai, Suroto juga menunjukkan pesan singkat dari Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI yang melaporkan adanya TKI asal Karawang yang hilang. 


TKI tersebut bernama Nurhalimah Binti Ujang Endi asal Kecamatan Jayakerta. Saat dilakukan pengecekan di Disnakertrans, nama tersebut juga tidak ada. Diduga, Nurhalimah juga berangkat melalui jalur sponsor di Jakarta.


“Setiap tahunnya kita memberangkatkan 1.200 orang ke berbagai negara seperti Taiwan, Singapura, Malaysia dan Hongkong. Kita tidak ada pemberangkatan ke Timur Tengah karena ada moratorium atau penundaan,” kata Suroto.


Dia berharap agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri bisa melalui Disnakertrans, ketimbang ikut calo yang diduga banyak tersebar di setiap desa. “Kami akan menjadi percontohan pilot project satu pintu,” pungkasnya.(gie/naz/kbe/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore