Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Februari 2017 | 14.52 WIB

Sambangi Kediaman Nurhalimah, Ini yang Dilakukan Tim Kemenakertrans 

Kepala Seksi Perlindungan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, berbincang saat menelusuri kediaman Nurhalimah warga Jayakerta yang menjadi korban perdagangan manusia. - Image

Kepala Seksi Perlindungan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, berbincang saat menelusuri kediaman Nurhalimah warga Jayakerta yang menjadi korban perdagangan manusia.



JawaPo.com - Tim Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenarketrans) menyambangi Kecamatan Jakayerka, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin kemarin (20/2). Mereka datang buat mengorek informasi seputar Nurhalimah. Perempuan berusia 35 tahun itu merupakan satu dari 30 TKW yang keberangakatannya digagalkan oleh Direktorat Jendral Imigrasi Bandara Soekarno Hatta. 


Kepala Seksi Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Asrian mengatakan, berdasarkan keputusan mentri (Kepmen) nomer 260, ada 19 negara yang ditutup untuk TKI sektor domestik salah satunya adalah Arab Saudi. 


"Untuk itu, pemerintah tidak mengijinkannya berangkat. Terlebih ada laporan dari Dirjen imigrasi. Maka kami telusuri dan menemukan alamat di Desa Jayakerta ini," katanya sebagaimana dilansir Karawang Bekasi Ekspres (Jawa Pos Grup), kemarin (21/2). 


Dijelaskan Asrian, pihaknya datang untuk memastikan agar Nurhalimah tidak menjadi korban tindak perdagangan orang. Nurhalimah sendiri dalam posisi masih di Indonesia hendak berangkat ke Saudi Arabia, ketika di bandara imigrasi melakukan pencekalan dan paspornya ditahan.


“Kita telusuri siapa penyalurnya, sponsornya, jangan sampai Nurhalimah ini menjadi korban, karena kita tahu bahwa Permen itu sudah berlaku, kita menyampaikan kepada pihak keluarga atau kepala desa atau RW bahwa siapun yang hendak berangkat ke Timur Tengah sudah tidak boleh lagi, sekaligus mensosialisasikan agar hal ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.


Ading, salah satu keluarga dari Nurhalimah mengatakan, pihak keluarga mengaku tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi pada kakanya tersebut, ia mengungkapkan, siapa yang menjadi penyalurpun pihak keluarga tak mengetahuinya. "Kalau kata tetangga sponsornya haji Marhom,” ujar Ading.


Ia menambahkan, semenjak kakanya berangkat tepatnya pada Minggu lalu, hingga saat ini belum kembali ke rumah. “Dari waktu pergi hingga saat ini belum pulang, nomor handphonenya saya tidak tahu,” ujarnya.(gie/naz/kbe/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore