
Duka masih menyelimuti Masnah, ibu kandung Muhammad Albani yang tewas ditangan suamnya.
JawaPos.com - Meninggalnya Muhammad Albani (8) menyisakan duka mendalam bagi Masnah, ibu kandung dari Albani. Di balik itu, perempuan 38 tahun ini mengaku masih tidak mengetahui penyebab Ahmad Sulaimi, suaminya, tega membunuh anak kandungnya. Ini jika melihat perlakuan sehari-hari suaminya kepada Albani.
”Bapak tidak pernah sekalipun memukul Bani (panggilan Muhammad Albani,Red),” kata Masnah di di Karang Bagu, Lingkungan Karang Taliwang seperti ditulis Lombok Post (Jawa Pos Group), Senin (20/2).
Gurat kesedihan masih nampak di wajah Masnah. Kerudung hitam yang ia kenakan saat ditemui Lombok Post, seolah menegaskan jika dirinya masih berduka. Kehilangan anak bungsunya. Anak lelaki satu-satunya, Muhammad Albani.
Namun, Masnah berusaha tetap tegar. Meski di rumah itu, hanya tersisa dua orang perempuan. Dia dan anak perempuannya yang pertama, Maria Hulfa, 25 tahun. Dia juga berusaha ikhlas. Merelakan kepergian Bani. ”Saya sudah ikhlaskan kejadian itu, karena ini sudah takdir,” kata dia lirih.
Meski ikhlas, bayangan peristiwa tersebut tak pernah ia lupakan. Dengan sesekali terisak karena masih mengingat Bani, Masnah menceritakan kejadian sebelum Bani meregang nyawa akibat perbuatan Sulaimi.
Sebelum peristiwa tersebut, dirinya sempat bercengkrama dengan Bani di samping rumah. Saat itu, Bani baru saja pulang bermain. Sedangkan posisi Sulaimi tengah beristirahat di kamar di dalam rumah.
Sekitar pukul 11.00 Wita, Bani beranjak untuk tidur. Dia menuju ruang tamu, tempat ia selama ini tidur bersama Masnah. ”Setelah Bani pergi, saya juga ikut tidur, tapi di luar,” terang Masnah.
Belum lelap dalam tidurnya, sekitar pukul 12.00 Wita, Masnah dibangunkan suaminya. Sulaimi meminta Masnah untuk mengambilkan Bani minum. ”Memang di jam-jam itu, Bani biasanya minta minum,” ujar dia.
Namun betapa kagetnya Masnah saat mendatangi Bani di ruang tamu. Dia melihat Bani tengah terduduk dengan kaki menjulur ke depan. Di tangannya penuh darah. Masnah panik. Saat itu, dia mengira jika Bani muntah darah. Sebab Bani sempat memiliki riwayat penyakit kuning dan tipes. ”Bani tidak menangis, dia cuma panggil saya, ibu..ibu,” kata Masnah terisak karena mengingat kejadian itu.
Di mana posisi Sulaimi saat itu? Kata Masnah, setelah membangunkan dirinya, suaminya tetap berada di dapur. Terlihat linglung dan berdiri seperti patung.
Usai kejadian tersebut, Masnah langsung membopong Bani menuju rumah pamannya. Dari sana, paman korban membawa Bani ke puskesmas untuk selanjutnya dirujuk ke RS Kota Mataram. Di tempat terakhir ini, dirinya baru mengetahui ada luka di samping kiri kepala Bani.
Masnah mengaku beberapa kali pingsan melihat kondisi anaknya. Begitu juga dengan Sulaimi. Suaminya sempat kejang-kejang. Saat ditanya tentang perbuatannya kepada Bani, suaminya terlihat setengah sadar. ”Dia (Bani) kenapa anak saya? Gak usah kasih anaknya nangis,” kata Masnah menirukan ucapan suaminya ketika itu.
Apa yang dilakukan suaminya, menurut Masnah, sangat bertolak belakang dengan sifat dan perlakuan Sulaimi sehari-hari kepada Bani. Buktinya, lanjut dia, meski mengidap penyakit kencing manis setahun belakangan ini, Sulaimi memaksa untuk tetap bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.(wahidi akbar sirinawa/r2/nas/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
