
Pedagang yang berjualan di Lapau Panjang Cimpago (LPC) mengamuk, karena tak terima gerobaknya dipindahkan oleh aparat Satpol PP Padang.
JawaPos.com - Pedagang yang berada di kawasan wisata Pantai Padang atau yang disebut Pedagang Lapau Panjang Cimpago (LPC) terlibat bentrok dengan Satpol PP. Hal itu dipicu taman wisata yang dibangun swadaya oleh pedagang dirusak oleh Satpol PP saat melakukan penertiban terhadap pedagang liar di kawasan wisata itu.
Insiden yang terjadi pada Senin (6/2) mengundang perhatian para wisatawan yang kebetulan berada di sepanjang Pantai Padang, kawasan Purus.
Dilansir dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), informasi Satpol PP yang menghancurkan taman-taman di depan LPC yang dibuat pedagang karena ukurannya melebihi ketentuan. Sebab berdasar aturan, kawasan LPC hanya boleh 3 meter dari bangunan. Sedangkan taman melebihi ketentuan itu. “Taman yang berada di depan kedai ini kami buat untuk memperindah LPC, dan tidak menganggu pengguna jalan,” ujar salah seorang pedagang LPC yang enggan disebutkan namanya.
Heri Hanses, 50, salah seorang pedagang LPC mengatakan, wisata identik dengan keindahan. Supaya LPC indah, pedagang membuat taman di depan kedainya. “Ada misskomunikasi dengan Satpol PP, sehingga taman-taman itu dibongkar dengan alasan mengganggu ketertiban lalu lintas. Padahal secara kasat mata tidak mengganggu lalu lintas, sehingga kami sangat keberatan jika taman-taman tersebut dibongkar,” katanya.
Pedagang menyesalkan, Satpol PP membongkar taman saat mereka tidak berada di tempat. Taman-taman tersebut dibangun dengan dana pribadi pedagang. Pedagang mengaku mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membuat taman berkisar Rp 15 juta sampai 20 juta.
“Taman tersebut kami lengkapi dengan paving block dan bunga-bunga agar LPC menjadi indah. Taman tersebut tidak mengganggu fasilitas umum, karena kami membuat taman itu di luar garis jalan,” sesal Heri.
Sementara itu, Kepala Kantor Pol PP Padang, Dian Fakhri mengaku penertiban untuk merapikan pedagang dan lahan di depan LPC yang akan dijadikan lahan parkir.
“Dinas Pariwisata sebelumnya sudah memberitahukan dan bahkan berulang-ulang. Terakhir surat pemberitahuan dilayangkan seminggu yang lalu. Dalam aturannya, 3 meter dari bangunan yang boleh dihias atau diberi taman,” katanya. (w/iil/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
