
Memasuki
JawaPos.com - Kecamatan Suranenggala mendadak terkenal berkat “objek wisata baru” bernama Jeglungan Sewu. Namun, tempat wisata itu tidak menyuguhan keindahan maupun kepuasan pengunjung, seperti objek wisata pada umumnya. Justru sebaliknya.
Yah, “objek wisata” Jeglungan Sewu sebenarnya hanya sindirian warga. Para pengguna jalan yang melewati jalan itu resah karena banyak lubang yang menganga. Oleh karena itu, pengendara motor maupun mobil akan kesulitan menemui jalan mulus. Sebaliknya, yang ada hanya ada “jeglungan”.
Para pengendara seperti merasakan sensasi roller coaster. Dengan kecepatan yang pelan dengan standar sekitar 5-10 km/jam dapat lebih menimkati lagi “Jeglungan Sewu”. Pasalnya, para pengendara tidak bisa melewati kecepatan 20 km/jam untuk melewati jalan tersebut yang disebabkan kondisi jalan yang rusak parah.
Saat wartawan mendatangi lokasi “objek wisata” jeglungan sewu, Sabtu (4/2), disambut dengan tulisan; “Selamat Datang Diobjek Wisata Alam Jeglugan Sewu” yang berada di Jalan Poros Suranenggala menuju Panguragan. Papan dan tulisan itu tetap populer kendati sudah terpasang selama sepekan. (cecep/yuz/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
