Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 04.58 WIB

Tiga Tahun Siswa SD Belajar di Bekas Kantin

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Nasib miris dialami siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Calang, Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Sejak 2014 siswa di sekolah itu terpaksa belajar di bangunan bekas kantin dan rumah milik warga.


Kondisi ini disebabkan tiada sekolah mendapat anggaran penambahan ruang belajar baru. Sementara animo masyarakat untuk bersekolah. Akibatnya sebagian siswa terpaksa diungsikan tempat belajarnya di luar ruangan kelas.


Kepala SD Negeri 2 Calang, T Samsul pada Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) mengatakan, mengakui ada sebagian siswanya belajar di luar ruangan kelas. Sebab di sekolah itu saat ini hanya memiliki sembilan kelas.


Kendati demikian, pihaknya berupaya untuk memberi fasilitas kepada guru agar mengajar tidak terganggung kendati siswa itu mengikuti pelajaran di tempat lain. "Hingga saat ini kita telah melakukan upaya untuk memberikan fasilitas kepada guru yang melakukan proses belajar mengajar. Berupa kipas angin agar murid juga nyaman untuk belajar,” kata Samsul, Jumat (3/2.


Disebutkan Samsul, saat ini sekolah yang dia pimpin belum memiliki gudang UKS, baik itu gedung sarana dan prasana. Maka para murid harus mengikuti proses belajar mengajar dalam ruang bekas kantin, serta rumah dewan guru untuk dimanfaatkan sebagai ruang kelas


Samsul menambahkan, untuk menambah ruang kelas harus melakukan  pembebasan lahan. Hanya saja pihaknya tidak memiliki anggaran. "Sehingga kita berharap kepada dinas pendidikan agar dapat memprioritaskan pembesan lahan untuk pembangunan gedung ke depan,” kata Samsul.


Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Abdul Jabar mengungkapkan, saat ini di lokasi tersebut memang tidak dapat dilakukan pembebasan lahan. "Karena lokasi tersebut, tanah di sekitarnya merupakan milik warga setempat, tidak dapat kita lakukan pembebasan,” kata Jabar.


Disebutnya, tidak dapatnya pihaknya melakukan pembangunan gedung karena tidak ada tanah kosong. Agar kondisi ini tidak berlarut, dia menyarankan pihak sekolah ke depannya lebih menseleksi calon siswa. Supaya tidak ada lagi siswa yang belajar di bekas kantin, rumah sewaan atau di rumah dewan guru.


"Namun kita berharap kepada pihak sekolah setempat, dalam penerimaan siswa baru harus melakukan proses seleksi agar ke depan tidak ada lagi murid yang belajar di bekas kantin sekolah,” pungkasnya. (mag-67/rif/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore