
BERLUMPUR: Warga yang dibantu anggota TNI dan polisi bekerja bakti membersihkan material longsoran di Dusun Duwet, Desa Sombo, Magetan.
JawaPos.com- Hujan yang turun sejak Rabu (1/2) mengakibatkan tiga desa di Kecamatan Poncol, Magetan diterjang longsor. Ketiga desa adalah Sombo, Gonggang, dan Janggan. Tidak ada korban dalam rentetan bencana tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. Longsor itu juga membuat jalur alternatif Paron–Plaosan tersendat.
Di Dusun Lembar, Desa Sombo, jalan aspal di atas jembatan dusun setempat terbelah karena tergerus air hujan. Sementara itu, di Dusun Duwet, sebuah tebing longsor hingga menutup akses jalan. Di Desa Gonggang dan Janggan, longsor merobohkan dua bangunan.
Sumarno, warga Dusun Lembar, menerangkan, jalan di atas jembatan ambles sekitar pukul 01.00. Peristiwa itu terjadi setelah hujan turun tanpa henti sejak Rabu siang.
Aspal terkikis karena tidak kuat menahan debit air. Apalagi, aspal jembatan yang fondasinya dibangun pada 1974 itu sebelumnya retak. ”Retaknya aspal itu sudah jadi rasan-rasan warga,’’ ujarnya.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Magetan, lebar jalan yang terkikis mencapai dua meter. Material aspal dan tanah di bawahnya tampak ambles ke sungai. Di sekitar tepi jalan yang kerowak, terlihat beberapa batu dan kayu sebagai penanda bagi pengendara agar berhati-hati. Sekitar 1 kilometer dari jembatan juga terpasang tanda peringatan.
Amblesnya jalan tersebut mengakibatkan kendaraan roda empat tidak bisa lewat. Hanya sepeda motor yang bisa melintas. Itu pun harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir ke sungai. ”Untuk roda empat, dialihkan ke jalan lain yang masih berupa makadam,’’ kata Sumarno.
Kepala Dusun (Kasun) Duwet Sardi menerangkan, tebing setinggi 10 meter di dusunnya longsor Rabu sekitar pukul 22.00. Longsoran tanah menutup badan Jalan Sombo–Parang. Warga yang dibantu anggota koramil dan polisi langsung bekerja bakti membersihkannya. ”Biar bisa cepat dilintasi warga. Soalnya, ini jalan utama menuju Plaosan dan Magetan,’’ ujarnya.
Kepala Desa (Kades) Sombo Ismadi mengakui, desanya memang langganan bencana tanah longsor meski selama ini dampaknya tidak parah. Bencana tersebut, kata dia, merupakan bencana kali pertama pada tahun ini. ”Kami akan lakukan pengukuran dulu, lalu dilaporkan ke kecamatan dan diteruskan ke PU (DPU BMCK, Red),’’ tuturnya.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ferry Yoga Saputra menyebutkan, tiga rumah warga Desa Gonggang dan Janggan rusak setelah diguyur hujan sejak Rabu sore hingga kemarin pagi.
Atap rumah belakang Rakijo, warga Dusun Dagong, Desa Gonggang, hancur diterjang longsoran tanah dari tebing belakang rumahnya. Di Dusun Kopen, dinding dapur belakang Darno, korban, jebol dihantam longsoran tanah. Kondisi serupa menimpa dinding dapur Joni, warga Desa Janggan. ”Tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil jutaan rupiah,’’ ucap Ferry. (cor/isd/c25/diq)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
