Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 06.24 WIB

Dampak Antraks, Pasar Kambing Ditinggal Pembeli

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Mencuatnya berita penyebaran penyakit antraks mempengaruhi harga kambing di pasaran. Seperti yang terjadi di Pasar Kambing Langon Slerok Kota Tegal. Akibat kabar tak sedap itu, harga kambing mengalami penurunan yang cukup tajam.

Selain harga, daya beli masyarakat juga turun. Akibatnya, di pasar kambing Langon lebih banyak transaksi jual beli antar pedagang ketimbang dengan pembeli atau konsumen.

Ahmad (32), salah seorang pedagang kambing, mengatakan harga kambing mulai dirasakan anjlok sejak sepekan terakhir. Menurutnya, harga kambing saat ini turun antara Rp200-500 ribu per ekor dari harga normal.

“Untuk kambing jawa ukuran sedang yang biasanya dijual Rp 1,5 juta, kini hanya terjual Rp 1,2 juta per ekor,” katanya.

Sedangkan Sakri (56), pedagang kambing lainnya, mengakui selain berimbas pada penurunan harga, kabar anthrax juga berpengaruh pada menurunnya permintaan kambing. Sebelum ada isu anthrax, dia bisa menjual tiga hingga empat ekor kambing saat hari pasaran.

“Isu Antraks juga membuat jumlah penjualan kambingnya anjlok. Kalau tadinya bisa menjual 2-3 ekor, saat ini hanya bisa menjual satu ekor. Kadang juga tidak laku sama sekali,” ujar dia.

Dia berharap kabar tentang Antraks yang telah memakan korban jiwa di Yogyakarta segera mereda. Dengan begitu harga dan jumlah penjualan kambing kembali normal seperti sebelumnya. (muj/zul/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore