Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 06.57 WIB

Pulang Mengajar, Pak Guru Tewas Terseret Arus

Tim SAR Karangasem mengevakuasi jasad Ketut Merta, guru SMPN 6 Amlapura yang terseret arus Tukad Tibu Dalem, Seraya, kemarin. - Image

Tim SAR Karangasem mengevakuasi jasad Ketut Merta, guru SMPN 6 Amlapura yang terseret arus Tukad Tibu Dalem, Seraya, kemarin.

JawaPos.com - Cuaca buruk melanda Karangasem, Bali. Bahkan telah memakan korban. Seorang guru SMPN 6 Amlapura bernama Ketut Merta, 52, dilaporkan hanyut terseret sungai “jadi-jadian” dan akhirnya tewas setelah nekat menyeberangi Tukad Tibu Dalem, Seraya Tengah, kemarin (23/1) pukul 11.30 Wita.


Menurut informasi, kejadian bermula ketika korban usai mengajar hendak menjenguk temannya di Seraya Barat. “Maksudnya sekalian pulang ke rumahnya di Lingkungan Paya, Kelurahan Padang Kerta,” ujar sumber.


Untuk pulang ke rumah, korban mesti melintasi tiga sungai. Yakni Tukad Yeh Benges, Tukad Perit, dan Tukad Tibu Dalem. Masalahnya, mayoritas sungai itu melintas di atas jalan raya. Saat musim kemarau tak ada masalah. Jalan yang dilalui air masih bisa dilewati kendaraan.


Namun, saat musim hujan, sangat berbahaya kalau dilalui. Dalam kondisi hujan lebat, korban nekat pulang dan menyusuri Tukad Tibu Dalem. Padahal, warga sudah mengingatkan korban mengingat arus sungai sangat deras.


Bukannya menurut, korban justru nekat menyeberang dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 8071 SU. Tiba di tengah sungai, tiba-tiba ban sepeda motor korban terseret arus air yang cukup kuat.


Sepeda motor korban langsung mati dan tidak lama kemudian sepeda motornya jatuh. Korban sempat minta tolong kepada warga sekitar. Bahkan, korban sempat bertahan sekitar 15 menit dengan memegangi stang sepedanya. Warga sempat meminta agar korban melepas sepeda motor miliknya.


“Saya sempat minta dia melepas sepeda motornya dan membiarkan terbawa arus,” ujar Komang Sulatra alias Mang Ateng, warga setempat.


Namun, korban yang datang dari Seraya Timur menuju Seraya Barat tidak mau melepas sepedanya. Akhirnya korban dan sepedanya terseret arus dan masuk ke dalam jurang sedalam 10 meter.


Korban dan sepedanya pun terjatuh ke dalam jurang. Warga yang melihat kejadian ini tidak bisa berbuat banyak. Mereka memilih melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangasem dan BPBD Karangasem serta Tim SAR. Tim SAR langsung terjun ke lokasi.


Dengan peralatan lengkap dan tali, tim langsung turun ke jurang yang saat itu sedang banjir cukup deras. Sekitar 15 menit tim turun, korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi.


Saat ditemukan kepala korban di bawah dan kaki di atas.  “Korban nyangkut disela - sela batu,” ujar Kepala Pos SAR Karangasem I Wayan Suwena.


Saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Amlapura. “Prosedurnya mesti otopsi, tapi terserah keluarga,” ujar Kapolsek Karangasem Kompol I Gede Wali di TKP.


Menurutnya, sungai di Seraya cukup rawan saat musim hujan. “Kalau warga Seraya sudah paham dengan karakter sungai disini,” ujarnya.


Kompol Wali mengakui bahwa saat jatuh korban masih mengenakan baju. Namun, ketika evakuasi baju korban sudah terlepas dan hanya tinggal celana cokelat saja.


Sementara itu, menurut informasi, korban sebelumnya mengajar di SMPN 3 Amlapura di Seraya Barat. Namun, dalam mutasi lalu dia dipindahkan ke SMPN 6 Amlapura di Seraya Timur. Sehingga korban belum mengenal medan di Seraya Tengah. “Saat dia menyeberang air sedang besar, ketinggiannya sekitar 70 cm,” ujar Gede Artawan, warga Seraya Tengah.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore