
Ilustrasi
JawaPos.com - Pada 28 Desember 2016 lalu, mantan calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrat Kota Malang, Agung Basuki, 42, meninggal dunia. Saat itu, pihak keluarga menilai jika kematian warga Jalan Tebo Utara, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, itu wajar-wajar saja. Sebab, sejak 21 Oktober 2016, dia sudah dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) setelah ditemukan tergeletak di trotoar jembatan Tidar pada malam sebelumnya.
Saat ditemukan warga, tubuhnya penuh luka. Di sampingnya juga tergeletak motor miliknya. Dugaan keluarga, Agung murni mengalami kecelakaan.
Lalu Agung selama dua minggu dirawat di RSSA. Namun setelah itu dia bolak-balik masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Singkat kata, pada 28 Desember 2016, dia dinyatakan meninggal dunia.
Nah, misteri penyebab kematian pedagang kacamata tersebut mulai terungkap ketika ada salah satu warga yang mengaku ke istri Agung, Inayas Setiarti, jika dirinya melihat Agung sebenarnya jadi korban pengeroyokan. Dari pengakuan warga yang mengaku sebagai saksi itulah, maka Inayas Setiarti melaporkan ke Polres Malang Kota, Rabu sore (18/1/17). Inayas juga meminta kepada aparat kepolisian untuk membongkar makam suaminya demi menguak siapa pelaku pengeroyokan tersebut.
Ditemui di rumahnya Kamis (19/1), Inayas Setiarti membenarkan telah melapor ke polisi dengan diwakili Hery Susetyo, adik korban. ”Sebelum meninggal, (Agung, Red) sering keluar masuk rumah sakit,” terang Inayas mengawali pembicaraan.
Dia menjelaskan, peristiwa nahas yang dialami suaminya itu berawal ketika ada dua temannya mengajak ke Sun Karaoke Tidar, Sukun, Oktober 2016 lalu. ”Seperti dibujuk agar ikut,” kenangnya.
Menurut Inayas, saat itu yang menjemput adalah Y. Saat itu Y membonceng seorang pria yang juga tidak begitu dikenal Inayas. ”Mereka bawa motor sendiri-sendiri,” tuturnya.
Mereka bertiga kemudian pergi bersama. Dari situlah, Inayas tidak mengerti apa yang dilakukan suaminya semalaman itu. Tahunya baru pada pagi hari ketika suaminya sedang dirawat di RSSA Malang.
Saat itu Inayas masih mengingat jika banyak luka di bagian kepala suaminya. Mulai dua mata yang lebam, pelipis mata yang robek, bibir pecah, bagian kepala yang bocor, serta tulang kepala belakangnya retak. ”Tahu suami saya sakit. Saya konsentrasi merawatnya saja waktu itu,” bebernya.
Inayas tidak banyak bertanya tentang apa penyebab suaminya bisa demikian. ”Waktu itu kondisinya sudah lumpuh. Bicaranya juga sudah tidak lancar. Tapi sesekali dia mengigau waktu tidur,” paparnya.
Inayas masih mengingat bahwa dalam igauannya, suaminya itu sering berkata dijebak. ”Aku sudah dijebak. Aku sudah dijebak,” kata Inayas menirukan ucapan suaminya.
Inayas mulai yakin jika suaminya jadi korban pengeroyokan setelah mendapat laporan dari salah satu warga yang datang ke rumahnya. Warga itu mengaku pernah melihat Agung dianiaya di area parkiran Sun Karaoke. Setelah itu dia ditaruh di trotoar jembatan Tidar.
Soleh, paman korban menambahkan, sejak ada informasi pengeroyokan itu, pihak keluarga mencari data penguat. Akhirnya, ada lima orang yang mengaku tahu adanya pengeroyokan terhadap Agung Basuki. ”Termasuk seorang perempuan yang kerja di sana (Sun Karaoke, Red),” terang Soleh.
Dari keterangan sejumlah saksi, Agung dikeroyok lebih dari dua orang. Saat kondisi Agung drop setelah dicekoki minuman keras, tubuhnya dibekap dari belakang. Sementara pelaku yang lain memukulinya dari depan.
”Sepertinya memang sengaja keponakan saya dibuat mabuk. Jadi, pas tidak sadar baru dianiaya. Ini pasti sudah direncanakan sebelumnya,” lanjut dia.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
