
RELOKASI: Satu per satu makam warga dibongkar dan dipindahkan ke area pemakaman baru.
JawaPos.com- Area pemakaman di Desa Purworejo dan Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, direlokasi. Tindakan itu dilakukan sebagai imbas pembangunan tol Mantingan–Kertosono (Manker).
Para ahli waris bersama warga dan perangkat desa setempat memulai aktivitas relokasi sejak pukul 07.00 WIB. Dengan cangkul, makam yang telah ditandai dengan patokan kayu itu digali satu per satu. Mengingat jenazah rata-rata telah terkubur sejak lama, proses bongkar makam berlangsung alot lantaran tanah liat sudah begitu melekat dengan pusara.
”Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Sekarang warga sudah tidak merasa waswas bakal kehilangan sanak saudaranya,’’ terang Bambang Sumitro, Kades Purworejo.
Kekhawatiran warga, ungkap dia, bukan tanpa alasan. Menurut Bambang, sejak awal, area pemakaman itu telah lama menjadi target pembebasan megaproyek tol Manker.
Warga, lanjut Bambang, menanti hingga lebih dari tiga bulan sampai akhirnya mendapat kepastian realisasi relokasi makam tersebut. Terhitung sejak proposal tanah pengganti diajukan September lalu. ”Meskipun baru dipindah sekarang, kami yakin prosesnya kelar sampai tuntas,’’ ucapnya.
Seluruh prosesi pemindahan kerangka makam tersebut ditanggung penuh oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) tol Manker. Mulai biaya selamatan masal, peti jenazah, pembuatan nisan, hingga biaya transportasi ke lokasi pemakaman baru yang jaraknya sekitar 500 meter dari pemakaman lama. Total biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar. ”Namun, untuk biaya selamatan individu ditanggung setiap ahli waris,’’ katanya.
Bambang memastikan, lokasi pemakaman yang baru terbilang lebih luas, dari 1.000 meter persegi menjadi 2.000 meter persegi untuk menampung 599 jenazah. Ada 17 makam yang tidak dapat ditelusuri identitasnya. ”Karena tidak ada ahli waris yang mengakuinya, pemindahan kerangka bakal ditanggung pihak panitia,’’ ungkap Bambang.
Untuk mempermudah pemindahan ratusan kerangka jenazah, Pemdes setempat membagi warga dalam 10 kelompok yang masing-masing terdiri atas 10 warga. Setiap kelompok ditarget memindahkan 20 kerangka setiap harinya. Tujuannya, pemindahan 599 jenazah dapat terselesaikan dalam kurun 30 hari ke depan.
Setidaknya, Pemdes Purworejo telah menyiapkan dua jenis peti. Salah satunya, panjangnya 80 sentimeter. Bagi jenazah yang masih utuh, disiapkan peti panjangnya 160 sentimeter. ”Lebih cepat tentu lebih baik agar pembangunan tol berjalan lancar,’’ jelasnya. (mg6/fin/c5/diq)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
