Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Januari 2017 | 14.05 WIB

Dewan Panggil Toko Penjual LKS

Ratusan orang tua murid SD mengantre di depan toko Harapan Utama untuk membeli buku LKS penerbit Generasi Emas. - Image

Ratusan orang tua murid SD mengantre di depan toko Harapan Utama untuk membeli buku LKS penerbit Generasi Emas.

JawaPos.com - DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) rencananya hari ini akan memanggil enam toko yang terlibat dalam penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk siswa SD di kota tersebut.


"Enam penjual LKS akan kita panggil untuk RDP (Rapat Dengar Pendapat)," ujar anggota Komisi IV Udin P. Sihaloho yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (11/1).


Enam toko buku yang akan dipanggil, yaitu Toko Harapan Utama Batuaji, Toko Batam Paper Nagoya, Toko Sahabat Stationery Piayu, Toko Aliancy Photo Sekupang, Toko Berkat Stationery Batamcentre, dan Toko Madinah Bengkong. 


"Sehingga nanti ada keterbukaan. Karena kita merasa proses pembelian LKS ada semacam intervensi. Karena hukum jual beli harusnya suka sama suka, tanpa ada tekanan," paparnya.


Udin mengharapkan agar ada kerjasama yang baik antara Disdik, Wali Kota, dan DPRD. "Artinya, semua program dinas bisa sejalan. Kita tahu, kalau masalah ini bukan lagi di level Disdik. Wali kota yang harus tegas. Ini dilarang. Kalau masih jalan, sanksinya jalankan," tegasnya.


Dijelaskan Udin, sebenarnya DPRD Kota Batam sudah pernah menyurati Wali Kota Batam akan masalah ini. Surat tersebut dilayangkan pada 27 Juli 2016 silam, saat ada masalah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). "Kita sampaikan, kalau gak setuju dengan LKS. Tapi sampai saat ini tak ada balasan," ungkapnya.


Meski Disdik sudah dipanggil untuk RDP, kemarin mereka tetap akan dipanggil lagi, karena harus menyampaikan klarifikasi akan wewenang pengawasan DPRD. "Jangan lempar tanggung jawab seperti ini," ujarnya.


Sementara penjualan LKS masih berlangsung. Padahal sudah ada larangan dari Wali Kota Batam M Rudi dan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Kondisi itu seperti terlihat di Supermarket Harapan Sentosa SP Plaza.


Pantauan Batam Pos (Jawa Pos Group), supermarket yang berada di lantai dua SP Plaza itu, masih melayani puluhan wali murid yang sedang berburu LKS guna memenuhi kebutuhan belajar anak-anak mereka. "Kemarin sudah beli, cuman masih ada buku LKS yang belum terbeli. Jadi saya datang beli lagi karena masih kekurangan" ujar Mitha, wali murid SD 002 Batuaji.


Di tangan perempuan berjilbab ini, terlihat buku Tematik 1 untuk murid kelas satu SD. Dia mengaku meskipun ada pelarangan dari dinas terkait, namun buku LKS tersebut tetap dibeli, karena proses belajar anaknya cukup terganggu. "Kasihan kalau tidak ada LKS, nanti anak tidak tahu tugas yang diberikan gurunya," katanya.


Tidak hanya Mitha, wali murid lain juga masih memburu buku LKS. Seperti Deden, wali murid SD 003 Batuaji ini datang bersama anaknya. "Iya lagi cari buku untuk anak, katanya harus ada," katanya kepada Batam Pos.


Disinggung mengenai peraturan larangan membeli buku LKS, dia mengaku hanya menuruti kemauan anaknya. "Mau gak mau harus beli. Nanti kalau tidak dibeli, proses belajar anak saya terganggu lagi," jelasnya. (cr19/eja/rng/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore