Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Desember 2016 | 06.45 WIB

Ketika Kacang Panjang Bisa Jadi Gaun

Keunikan yang ditampilkan salah satu stand di Pekan Raya Gorontalo - Image

Keunikan yang ditampilkan salah satu stand di Pekan Raya Gorontalo

JawaPos.com - Ada yang menarik pengunjung di salah satu stand tepatnya milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dalam Pekan Raya Gorontalo.



Dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group), para pengunjung terlihat padat di stand ini lantaran memamerkan sumber daya pertanian yang ada di Kabupaten Gorontalo. Seperti sayuran jenis kacang panjang, tomat, cabai, bawang, ubi kayu, serta berbagai tanaman hortikulura dan pangan lainnya.



Yang menarik pengunjung selain, karena kualitas hasil pertanian yang dipromosikan itu mencapai bobot yang sempurna baik dari segi ukuran maupun warna, penyajiannya pun dibuat kreasi.



Sebagai contoh, sayur kacang panjang, cabe merah, bawang merah, dan juga bawang putih dibuat menyerupai gaun dan kemudian dipakaikan ke salah satu manikin.



Jika dilihat dari luar stand, kreasi sayur itu terlihat hampir mirip seperti gaun yang dibuat sang maestro. Para pengunjung banyak yang terkagum-kagum mengunjungi stand milik pemerintah Kabupaten Gorontalo tersebut.



Setiap ada orang yang melintasi stand tersebut seolah tertarik oleh magnet keindahan varian hasil pertanian. Tak perlu heran jika mereka memanfaatkan momen itu untuk berfoto selfie ria.



“Ini kita buat untuk menarik pengunjung ke stand kita. Tapi itu hanya salah satunya. Intinya kita ingin memperkenalkan kepada semua bahwa ini hasil alam Kabupaten Gorontalo,” kata wanita berparas cantik yang menjaga stand tersebut.



Selain aneka sayuran itu, hasil bumi yang menarik lainnya adalah yang menjadi perhatian adalah singkong raksasa. Hal itu terliaht di stand milik Dinas Pertanian dan TPH Provinsi Gorontalo.



Panjang singkong tersebut hampir 1 meter, dengan diameter lingkaran sekira 20 cm.  Kepala Seksi Aneka Kacang dan Ubi Dinas Pertanian TPH Gorontalo, Yokobus Bokku mengatakan, Ubi kayu raksasa tersebut adalah jenis Adira.



Upi tersebut merupakan hasil pertanian yang dibudidayakan para petani di Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorotnalo Utara (Gorut) yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian TPH Provinsi Gorontalo.



“Masa panen Ubi ini berkisar 3 bulan sekali panen,” ungkap Yakobus.



Dalam Pameran PRG kali ini lanjut Yakobus, yang dipamerakan ada beragam jenis ubi kayu lokal, seperti jenis adira, dan juga ubi kayu kualitas Malang 1.



“Tapi yang menjadi andalan dalam setiap penyelenggaraan pameran yakni ubi kayu lokal Adira. Ubi ini, selain cocok sebagai masak langsung untuk dimakan umbinya,



dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan tepung tapioka, yang banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kue,” jelasnya.



Yakobus berharap dengan adanya promosi ubi kayu tersebut, yang mana telah ditampilkan kualitas serta manfaat dari ubi kayu raksasa tersebut,

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore