
ILUSTRASI
JawaPos.com - Marah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sintang, Kalimantan Barat Syahnan Tanjung melaporkan pemilik toko Aneka Glass Pasar Sungai Durian Sintang ke Mapolres Sintang. "Iya, benar. Laporan Kepala Kejaksaan Negeri Sintang Syahnan Tanjung kami terima sejak Oktober lalu," kata AKP Eko Mardianto, Kasatreskrim Polres Sintang, kemarin (1/12).
Kasus tersebut bermula ketika Kajari memesan rak atau lemari kaca untuk menyimpan buku kepada Wendi, pemilik toko kaca Aneka Glass, seharga Rp 2,7 juta. Namun, rak kaca tidak segera diantar ke Kejari Sintang.
"Berdasar keterangan pelapor, rak kaca yang dipesan itu akan diantar dua hingga tiga hari ke depan. Tetapi, setelah ditunggu hingga 10 hari dari waktu pemesanan, barang yang dipesan tidak kunjung datang. Akhirnya, kepala Kejaksaan Negeri Sintang pun membuat laporan polisi di polres," ujar mantan Kasatreskrim Polres Sambas tersebut.
Sebelum melapor ke Mapolres Sintang, Syahnan sudah berupaya menghubungi Wendi via telepon seluler. Namun, panggilannya tidak direspons Wendi. "Ditelepon puluhan kali. Tapi, Wendi tidak menjawab panggilan itu," ungkap Eko.
Ketika diinterogasi penyidik Polres Sintang, Wendi menyatakan, tidak diantarnya pesanan Syahnan bukan disengaja. Dia mengaku sakit sehingga tidak sempat membuat pesanan pejabat utama Kejari Sintang tersebut.
Namun, laporan itu tetap ditindaklanjuti Polres Sintang. Bahkan, berkas perkaranya sudah masuk tahap satu. Setelah berkas diserahkan, kasusnya akan ditangani Kejari Sintang.
"Sudah tahap satu, tapi saat ini masih P19 karena ada beberapa berkas yang dinilai tidak lengkap dan harus kami lengkapi," ungkap Eko. Kasatreskrim yang baru saja bertugas di Polres Sintang itu mengungkapkan, ada empat saksi yang diperiksa. Polisi masih memerlukan saksi ahli pidana serta keterangan saksi lainnya.
"Saksi ahli pidana ada di Kota Pontianak. Di Sintang tidak ada," katanya. Kini Wendi ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancamannya pidana paling lama empat tahun penjara.
Saat dikonfirmasi, Syahnan tidak berada di tempat. Kasi Pidum Kejari juga sedang tidak di tempat. "Bapak tidak ada di tempat, sedang tugas ke luar bersama Kasi Pidum di Pontianak," ucap sekuriti Kejari.
Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) mencoba mengonfirmasi Wendi di toko Aneka Glass Kamis ( 1/12) pukul 15.00. Wendi pun tidak berada di tokonya. Berdasar keterangan karyawannya, rak kaca pesanan Kajari Sintang itu sudah diantar setelah proses pembuatannya selesai. "Sudah diantar ke Kantor Kejari Sintang. Tapi, kami ditolak. Sekarang rak kacanya ada di rumah bos (Wendi, Red)," kata karyawan Wendi.
Menurut dia, membuat rak kaca memang memakan waktu. Tidak cukup satu atau dua hari langsung jadi. "Pembuatannya butuh waktu. Kadang ada yang sampai seminggu baru selesai dikerjakan," ujarnya. (adx/c5/ami)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
