
MENYELAM: Nelayan Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, hendak memanen bulu babi Rabu (23/11) di perairan Pulau Tabuhan.
JawaPos.com – Bulu babi masih menjadi momok menakutkan bagi pengunjung wisata pantai. Hewan laut seperti landak itu ditakuti pengunjung karena bisa menimbulkan rasa yang sangat sakit jika terkena kulit.
Keberadaan bulu babi pun tidak diharapkan wisatawan dan nelayan yang sedang mencari ikan. Banyak warga yang menghindari, bahkan membuang hewan berduri itu agar tidak terkena kulit.
Namun, akhir-akhir ini, nelayan Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, mulai mengurangi kebiasaan membuang bulu babi. Saat ini nelayan setempat malah mencari bulu babi karena ternyata bermanfaat bagi manusia.
Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bakti Ikhwan Arief menyatakan, bulu babi bermanfaat karena dagingnya ternyata bisa diolah menjadi makanan yang sangat enak. Misalnya nugget, crispy, dan masakan lain sesuai selera.
Bahkan, daging bulu babi konon bisa dimakan mentah. ”Kalau dimakan mentah harus dikasih jeruk nipis. Daging bulu babi kalau di Jepang menjadi isi wajib makanan sushi dan sashimi,” kata Ikhwan.
Dia menambahkan, nelayan Pantai Bangsring saat ini memang sedang gencar-gencarnya melakukan pemanfaatan bulu babi. Sebab, bulu babi di Pantai Bangsring dan Pulau Tabuhan sangat banyak.
Selain itu, pemanfaatan tersebut perlu dilakukan agar bulu babi di laut tidak terbuang percuma karena dianggap sangat mengganggu.
”Bulu babi memang mengganggu pengunjung karena bulunya sangat beracun dan bahaya kalau terkena kaki manusia,” ujarnya.
Namun, minimnya pengepul di Banyuwangi menjadi kendala pemasaran daging bulu babi. Selama ini daging bulu babi masih sebatas dikonsumsi sendiri dan dijual secara eceran jika ada orang yang mencari.
Pihaknya berharap ke depan ada eksporter daging bulu babi mampir ke Desa Bangsring.
”Kalau dijual eceran di Indonesia per kilogram Rp 100 ribu, tapi di Jepang bisa mencapai USD 1.000 per kilogram. Di Pulau Tabuhan sangat banyak bulu babi karena kondisi air dan arusnya sangat cocok untuk pertumbuhan bulu babi,” tutupnya. (tfs/c1/aif/c5/diq/sep/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
