
DA saat usia Balita.
JawaPos.com - DA (8), bocah yatim piatu yang menjadi korban penganiayaan itu ternyata dikenal cukup pintar. Hasil nilai ulangan DA di SD Sungai Andai 1, Jalan Sungai Andai RT 17, Banjarmasin Utara cukup bagus. Bagaimana keseharian bocah berusia 8 tahun itu?
Selama di sekolah, menurut penuturan mantan wali kelas 1, Zakiah, korban dikenal pendiam, tapi cukup cerdas. Nilai Pekerjaan Rumah (PR) atau ulangan pun bagus. Sehingga wajar kalau DA selalu mendapat rangking di sekolah.
Zakiah menceritakan selama dirinya menjadi wali kelas di kelas 1, dia memang sempat menaruh curiga melihat kondisi bocah perempuan itu. Bahkan bukan hanya dirinya, tapi guru-guru dan orang tua murid pun sering bertanya-tanya ketika melihat korban berjalan seperti orang kesakitan. Tapi ketika ditanyai, dia selalu memberikan berbagai alasan.
“Kejadiannya sudah lama, sekitar tahun 2015-2016. Waktu ditanya dia menjawab terkena air panas saat merebus mie, sedangkan lebam di tangan lantaran terjatuh. Saya tidak sampai memeriksa ke seluruh bagian tubuhnya,” tutur Zakiah.
Zakiah menuturkan, dulu pernah salah seorang guru di sekolah mengobati luka dibagian kepala DA, tapi korban saat ditanya juga tidak mau mengaku penyebabnya.
Dirinya tidak menduga kalau luka itu lantaran bekas penganiayaan ibu angkatnya. Karena selama menjadi wali kelas 1 pada saat itu, hanya satu kali bertemu dengan ibu korban.
“Sekarang korban sudah kelas 2, jadi saya jarang bertemu,” terangnya.
Dia baru mengetahui setelah ada pihak kepolisian yang datang ke sekolah dan menanyai guru-guru di sekolah.
Rasa tak percaya di alami Muhammad Heldi, suami pelaku penganiayaan anak, bahwa dia kaget ternyata istri yang dicintainya tega melakukan hal yang sangat kejam.
”Saya kaget kalau dia tega menganiaya anak yang mau kami adopsi,” ucapnya saat di wawancarai.
Dia pun bercerita bahwa sekitar 6 bulan yang lalu, korban pernah di rawat di rumah sakit karena mengalami luka terkena air yang mendidih menurut keterangan istrinya waktu itu, dia pun tak menaruh curiga sama sekali kepada istrinya.
”Bagaimana saya tahu kalau istri saya sewaktu di rumah menganiaya korban, sedangkan saya sendiri kerja pagi pulangnya malam,” cerita Heldi.
Terlihat ketika Polresta Banjarmasin, Kombes Pol Anjar Wicaksana, menyambangi lokasi kejadian, Heldi memohon kepada Kapolres bahwa dia bersedia untuk menggantikan istrinya di tahanan nanti.
”Lebih baik saya yang menggantikan istri saya di penjara, agar dia bisa merawat anak saya,” jelasnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
