Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 November 2016 | 16.47 WIB

Begini Awal Kisah Terungkapnya Ibu Angkat yang Memalu Anak Yatim Piatu

Fitria Rahayu, pelaku penganiayaan kepada anak angkatnya. - Image

Fitria Rahayu, pelaku penganiayaan kepada anak angkatnya.

JawaPos.com - Selama dua tahun terakhir, Fitria Rahayu (31) tega menyiksa anak angkatnya dengan menghantam pakai palu, serta disiram air panas. Bocah itu berinisial DA, usianya 8 tahun.



Aksi keji ibu angkat tersebut baru diketahui Rabu (16/11) sekitar pukul 11 siang. Saat itu korban yang merupakan anak yatim piatu melintas di kawasan kompleks, tanpa sengaja bertemu dengan tante korban, Hidayati (60), di depan rumahnya.



Hidayati pun langsung memanggil dan memeluk serta terheran melihat wajah dan kepala korban yang terlihat banyak luka. “Iya, Ma (sebutan kepada Hidayati, Red) ini saya,” cerita Hidayati sambil meneteskan air mata menirukan apa yang diucapkan DA. 



“Saya kenapa wajahnya seperti itu, tapi dia tidak menjawab. Lalu saya elus kepalanya dia meringis kesakitan. Nah saya panik langsung saya bawa masuk ke dalam rumah,” jelas saudari dari almarhumah ibu korban itu.



Di dalam rumah, Hidayati langsung memeriksa seluruh badan DA. Hidayati tambah kaget setelah mengetahui sekujur badan dan kepalanya mengalami bekas luka melepuh dan memar-memar.



“Saya tanya lagi dia sebabnya tak menjawab dan memilih diam. Lalu dia memilih ingin pulang ke rumah, lalu diantar suami saya. Nah setelah diantar pulang dia minta turunkan di depan jalur rumahnya, DA malah kembali dan berlari menuju ke arah suami saya dan dia jadi ketakutan,” ujar Hidayati.



Dari sana, lalu suami Hidayati memutuskan membawa DA ke Kantor Kelurahan dan bersama aparat di sana, dia diajak komunikasi. DA akhirnya menceritakan apa yang dialaminya.



Hidayati mengaku, baru tahu korban tinggal bersama ibu angkatnya meski mereka satu kompleks. Beberapa kali Hidayati bertamu untuk menitip bekal untuk DA, tetapi sang pelaku selalu mengatakan korban sedang belajar di dalam kamar atau istrahat. Hidayati hanya bisa sampai di luar rumah.



“Bahkan beberapa kali ke rumahnya, pemberian saya ditolak. Dia bilang dia dan suaminya sanggup saja membiayai DA dan ini sudah tanggung jawab dia,” tuturnya.



Hidayati mengutuk berat perbuatan pelaku, ia tak terima keponakanya diperlakukan seperti itu. “Dia anak yatim piatu, almarhum mamanya adik bungsu saya. Dia sejak berusia sekitar 3 tahun ditinggalkan kedua orang tuanya,” katanya.



Menurutnya, kejadian ini membuat dirinya terpukul. Menyesal, dirinya dan keluarga besarnya memberikan hak asuh di keluarga tersebut.



“Dulu dia diasuh oleh adik saya yang lain, selanjutnya diasuh oleh saudara saya yang lain di Palangka Raya. Nah dari itu si pelaku, meminta dan menyanggupi untuk merawat korban, karena dia tak bisa mendapatkan anak,” cetusnya.



Hidayati didampingi istri ketua RT 60 Syaiful Anwar, Fahridah, lantas melaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Banjarmasin. 



Menurut Fahridah, pelaku sudah hampir tiga tahun ini menjadi warganya dan rumah yang ditempatinya adalah rumah kontrakan. Sedangkan M Eldi, suaminya jarang di rumah. Dia bekerja di Sei Danau.



Dikatakan Fahridah, pelaku dikenal warga cukup ramah dan supel, bahkan setelah mendengar kejadian ini warga tak menyangka bahwa pelaku ternyata memiliki sifat keji.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore