
Grafis
JawaPos.com- Betapa terpukulnya batin keluarga Mujiabin, warga Desa Jombok, Kecamatan Pule, Trenggalek. Mereka harus merelakan kepergian putri kesayangannya, Natasya Choirina. Gadis sembilan tahun tersebut meninggal pada Minggu (6/11) karena tertembak senapan angin. Sebelum meninggal, korban dirawat beberapa hari di RSU dr Saiful Anwar, Malang.
Berdasar informasi yang diterima koran ini, pada 3 November lalu lalu sekitar pukul 16.00, Natasya Choirina (korban) bermain bersama keponakannya yang berusia dua tahun. Selanjutnya, keponakan korban makan bersama ayahnya, Andi, sambil menonton televisi di ruang keluarga.
Sementara itu, korban menyapu lantai di ruangan samping ruang keluarga. Setelah selesai, korban bermain senapan angin sendirian di tempat senjata angin/bengkel senapan angin.
Tidak lama kemudian, Andi mendengar suara jeritan dari depan rumah saat hendak keluar ruang keluarga. Ketika keluar, Andi melihat korban sudah digendong Nawir, ayah angkat yang masih pakde korban. Saat kejadian, Nawir berada di kebun belakang rumah.
Saat ditolong, pelipis korban berdarah dan dia mengaku tertembak akibat bermain senapan angin. Arif, anak buah Nawir, ikut menolong dan langsung membawa korban ke RSUD dr Soedomo, Trenggalek. Namun, dengan pertimbangan mendapatkan perawatan terbaik, korban dirujuk ke RSU dr Saiful Anwar, Malang.
Korban dirawat intensif selama tiga hari. Sayang, rencana operasi untuk mengambil proyektil peluru kandas. Minggu (6/11) pukul 08.25, korban mengembuskan napas terakhir.
Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, korban bermain-main senapan angin dan diduga tidak mengetahui jika di dalamnya ada peluru.
”Korban sempat dirawat intensif di RSSA hingga meninggal sebelum dioperasi untuk pengambilan proyektil peluru,” jelasnya.
Saat ini jenazah korban dikebumikan pihak keluarga. Kejadian itu tidak dilaporkan kepada polisi. Keluarga sanggup membuat surat pernyataan tertulis bahwa kematian korban merupakan musibah serta tidak akan menuntut siapa pun secara hukum. ”Pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban dan meminta tidak diotopsi,” paparnya. (rka/and/c21/diq)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
