
ARTJOG tahun ini akan hadir dalam edisi tanggap darurat. (Sakatoya for Jawa Pos)
JawaPos.com– ARTJOG telah resmi mengumumkan pengunduran jadwal penyelenggaraannya tahun ini. Pengunduran jadwal tersebut diikuti dengan penambahan rentang waktu panggilan terbuka hingga 31 Januari 2021 mendatang. Mundur tahun depan bukan berarti tidak ada ARTJOG pada 2020. Direktur Eksekutif ARTJOG Heri Pemad menyatakan kini pihaknya tengah menyiapkan ARTJOG edisi tanggap darurat yang rencananya diselenggarakan tahun ini.
’’Seniman ARTJOG 2020 edisi tanggap darurat akan dihadirkan melalui sistem undangan dan panggilan terbuka,’’ katanya. Pemad menambahkan, seperti apa detil format edisi tanggap darurat tersebut masih dalam pengodokan. Yang pasti, keseluruhan pameran dan pelaksanaan jelas akan merespons situasi dan kondisi saat ini. Selain menggamit misi idealisme kesenian, edisi khusus tanggap darurat bertujuan agar ARTJOG dapat berperan aktif dalam gerakan pemulihan ekonomi kreatif.
Pemad menyebut wujud dan kemasan ARTJOG edisi tanggap darurat akan bekerjasama dengan para seniman. Apakah presentasi ARTJOG edisi tanggap darurat tersebut akan menggunakan jalur daring? ’’Kita punya cara tersendiri dan khas ARTJOG. Tapi tetap patuh pada standar protocol kesehatan yang diwajibkan pemerintah dan kalangan medis,’’ jawab Pemad. Soal kapan tepatnya ARTJOG edisi tanggap darurat akan diselenggarakan, dia memastikan tetap menimbang perkembangan situasi ideal dan keamanan dari risiko wabah Covid-19 terlebih dahulu.
Pemad mengakui pagebluk Korona memantik krisis yang memukul ekonomi seni rupa yang selama ini bertumpu pada penyelenggaraan pameran sebagai jalur distribusi produknya. Namun, di sisi yang lain, ARTJOG masih percaya bahwa para perupa adalah kelompok sosial yang tidak pernah mengenal kata menyerah kala berhadapan dengan krisis. Sejarah telah membuktikan bagaimana karya-karya seni besar justru dapat lahir di tengah berbagai situasi krisis kemanusiaan yang pelik.
ARTJOG MMXX tahun ini mulanya dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli-30 Agustus 2020 dengan tajuk Time (to) Wonder dalam bingkai tema besar Arts in Common. Jadwal itu buyar oleh sebab situasi pandemi yang belum jelas kapan mereda. Situasi tersebut sebenarnya secara tak langsung justru menguatkan tajuk ARTJOG MMXX bahwa situasi krisis yang tengah terjadi saat ini justru dapat menjadi momentum besar bagi segenap praktisi kesenian untuk sejenak mengambil jeda dan berpikir lebih jernih, kritis, dan reflektif terhadap pola-pola rutin selama ini.
Sejak pertama kali ditaja pada 2007 ARTJOG selalu menarik perhatian publik. Pada tiap penyelenggaraannya, ARTJOG selalu menghadirkan karya-karya menarik dan dibanjiri kunjungan oleh khalayak. Penyelenggaraan ARTJOG tahun lalu tercatat sebagai yang paling banyak mendapat perhatian publik. Pada 30 hari pelaksanaannya, ARTJOG edisi 2019 dinikmati oleh 101.500 orang pengunjung dari Indonesia dan luar negeri. (tir)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022