
Sabar Subadri saat melukis langsung di ruang terbuka. (Saung Kelir for Jawa Pos)
JawaPos.com – Pandemi Covid-19 belum benar-benar berlalu. Namun, banyak daerah yang telah menerapkan kebijakan masa transisi bagi publik. Kebijakan masa transisi yang membolehkan kembali mobilitas dan aktivitas tersebut mendapat respons dari para pelaku seni. Di beberapa ruang publik mulai muncul aktivitas kesenian baik secara kolektif maupun individu. Salah satu seniman yang mulai aktif berkarya di ruang publik dalam masa transisi kini adalah Sabar Subadri.
Pelukis asal Salatiga ini diam-diam telah tiga kali melukis langsung di ruang publik. Aktivitas yang di masa pra Korona menjadi salah satu rutinitasnya itu memang mandek selama pemberlakuan anjuran di rumah saja. Beberapa lokasi di sekitar Salatiga seperti Kopeng menjadi tempatnya asyik melukis di masa transisi. Akhir pekan ini, Sabar tengah berada di Kawasan Kota Lama, Semarang. Di sana dia juga melukis langsung di ruang terbuka. ’’Beda pada respons publik. Sebelum wabah biasanya anak-anak yang melihat mengerubungi saya saat melukis. Sekarang hanya melihat dari jauh,’’ kata Sabar.
Dalam soal penciptaan, Sabar menyebut justru situasi pandemi membuatnya lebih produktif. Sejak Maret lalu, Sabar sudah menghasilkan 10 karya dalam berbagai ukuran. Sebagian dari karya-karya itu dia kirimkan ke Association of Mouth and Foot Painting Artist of the World (AMFPA) di mana Sabar menjadi salah satu anggotanya dari Indonesia. ’’Tahun ini saya baru mengirim lima karya ke AMFPA. Temanya antara lain musim panas dan musim semi,’’ katanya.
Bisa kembali melukis di ruang terbuka dalam masa transisi saat ini cukup melegakan Sabar. Baginya, berdiam diri di rumah saja bukanlah sebuah laku budaya. ’’Itu masa hibernasi yang tak bisa dilanjutkan lebih lama lagi,’’ katanya. Sabar bersyukur persediaan material untuk melukis miliknya masih mencukupi untuk bisa kembali beraktivitas di luar ruang. Aksi melukis di ruang publik yang Sabar lakukan didokumentasikan dengan rapi dalam bentuk video. Secara berkala video-video itu dia unggah di kanal Saung Keliir di Youtube. (tir)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
