Nasihat-Nasihat yang (Di-)lewat(-kan)
Prolog
seseorang telah memasuki mulutnya
dan dari mulutnya nasib berubah.
ia keluar dari mulut rumahnya
dengan kembang mekar di mulutnya.
dan karena mulut ia rela mulutnya dimasuki
dan karena mulut ia kehilangan mulutnya.
sebab cinta datang dari kantong ke kutang
sebab cinta datang dari mulut ke mulut.
ia memelihara cinta sinetron dunia ketiga
tapi cintanya remuk di musim ketiga.
karenanya aku perkenalkan
namanya Rasmini
dari Desa Cangkemkromod, Blok Bojongtingting,
Indramayu.
1. Pergi Perawan, Pulang Janda
bagaimana mungkin kau tahu
bahwa nasihat pantat truk
adalah sebuah kebetulan.
ia lahir dari jiwa yang murni
lebih murni dari penyair yang menulis puisi cinta.
bagaimana mungkin kau tahu
bahwa Rasmini menginginkan mempunyai ayah
yang berpura-pura sakit
untuk merayunya menjadi TKW di Arab Saudi.
ia tak mau patuh pada hati yang ringkih
dan mudah masuk angin.
ia tak meminta lahir dari TOA industri
yang memaksanya menjadi babu di luar negeri.
ia hanya perlu kosmetik untuk menggambar wajahnya
berharap orang datang melamarnya.
tapi ia tak mengerti
bagaimana hidup di tengah kosmetik dan tekanan sepi.
ia membuka pintu
agar semua orang masuk.
tapi ia sendiri terkunci
di rumahnya sendiri.
2. Pilkada (Kalau Jadi, Pasti Lupa)
Pil KB (Kalau Lupa, Pasti Jadi)
a. Pil KB
aku pernah lupa menaruh kunci di dalam hatimu
kau pikir aku sengaja menaruhnya
supaya kau bisa memasukinya.
kau tak tahu rumahku adalah ruang tamu
setiap orang boleh singgah
bahkan sekadar untuk membuang sampah.
sebelum memasuki rumahku
telah kusediakan keset bagi siapa saja
untuk membersihkan kakinya dari segala hantu
juga namamu.
tak perlu ketuk pintu
masuk saja
dan kau hanya perlu menyiapkan ruang kosong dalam dirimu.
sebab itulah alasan kau lupa
bahwa kunci rumahmu ada yang mencuri.
sebab hidup tak sesederhana yang diucapkan
dan tak segawat yang ditafsirkan.
b. Pilkada
apa yang membuatmu lupa
ketika orang menandai hatimu
dengan tinta biru?
dengan cinta yang gompal di jalan aspal
atau keringat yang dikuras dari sumur
lalu disedot pohon-pohon beton
yang mengangkangi kepala mereka.
apa yang membuatmu lupa
ketika spanduk dipasang di perempatan jalan,
di rumah-rumah ibadah.
sementara Tuhan sudah lama tidur
sejak pengeras suara memanggilmu di pengajian-pengajian
dan namamu lebih banyak disebut ketimbang
Tuhanmu yang kau ghasab namanya.
lalu apa yang membuatmu lupa buta
bahwa Rasmini ada di setiap rumah ibadah.
3. Aku Kudu Kerja Keras,
soale Pensil Alis lan Wedakmu Ora Ditanggung BPJS
Rasmini, gigi trukku ada dalam kendali tanganmu
usap-usaplah jika lelah.
jangan tambah gigi melulu
nanti solarnya cepat habis
sebab cintaku tak lebih dari harga solar
naik-turun bergantung pasar politik.
kau tahu, Rasmini
politik itu seperti mobil sedan
yang tiba-tiba memotong jalan.
lebih berbahaya dari emak-emak yang menaiki motor
dengan lampu sen ke kiri padahal belok kanan.
aku pastikan cintaku tak akan tertinggal di jalan
sebab hatiku telah menempel di senyummu,
juga suara dan goyanganmu.
Jogja, 2019
---
KEDUNG DARMA ROMANSHA
Lahir di Indramayu. Dia bersama kawan-kawan muda
Indramayu mendirikan komunitas ”Jamaah Telembukiyah” yang bergerak di bidang sastra dan sosial. Novelnya yang berjudul ”Telembuk (Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat)” masuk lima besar Kusala Sastra Khatulistiwa dan buku rekomendasi Tempo 2017. Baru-baru ini, buku kumcer pertamanya ”Rab(b)i” terbit. Selain itu, dia mengelola komunitas Rumah Kami di Jogjakarta.
Baca juga: Nenek Tak Ingin Pulang
Catatan
- Ghasab: Mengambil tanpa izin, tetapi dikembalikan lagi tanpa sepengetahuan yang punya.
- Aku Kudu Kerja Keras, soale Pensil Alis lan Wedakmu Ora Ditanggung BPJS: Aku Harus Kerja Keras, soalnya Pensil Alis dan Bedakmu Tidak Ditanggung BPJS.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=q6NPoS1X1w0