Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 November 2019 | 16.42 WIB

Prihal: Dua Dekade Perjalanan Arsitektur Andramatin Berkarya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Arsitek Isandra Matin Ahmad yang dikenal dengan nama Andramatin menggelar pameran di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Desember 2019. Pameran ini menampilkan 49 karya yang tak berkutat pada desain-desain arsitektur semata. Hal ihwal di balik sebuah desain arsitektur turut muncul. Pameran tersebut seolah menghadirkan situasi kerja kreatif studio arsitek sebelum sebuah desain lahir dan dieksekusi menjadi bangunan.

"Pameran ini merupakan rangkuman sekaligus penanda dari dua dekade perjalanan berkarya Andramatin sebagai sebuah studio perancangan yang didirikan dan dikepalai oleh Isandra Matin Ahmad sejak tahun 1998," terang Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto.

Bertajuk Prihal: Arsitektur Andramatin, pameran itu diselenggarakan di Gedung A, B dan area luar ruang Galeri Nasional Indonesia. Artiandi Akbar dan Danny Wicaksono menjadi pameran ini. "Di balik gambar indah dan bertumpuk gambar kerja arsitek hingga proses pembangunan, banyak hal yang tak terlihat dari studio arsitektur," kata Danny Wicaksono dalam pengantar kuratorialnya. Bingkai kurasi pameran yang membidik situasi di balik layar kerja-kerja arsitektur yang melibatkan banyak orang tersebut menjadikan pameran ini tidak sekadar menjadi arena pajang gambar desain bangunan dan maket.

Prihal: Arsitektur Andramatin tidak hanya berusaha menampilkan situasi tak tampak karya arsitektur dari studionya. Pameran ini juga mengetengahkan situasi-situasi kerja arsitektur yang bertolak dari gagasan dan sudut pandang walau kadang tak pernah berhasil diwujudkan. Beberapa hal tentang Andramatin yang mungkin tidak pernah diketahui oleh khalayak namun juga mungkin telah diketahui di pameran ini akan membuka ruang untuk lebih memahami jejak studio arsitektur selama ini hingga bagaimana mereka berada di posisinya kini di panggung arsitektur.

Pameran ini dibagi menjadi delapan bagian yang terdiri dari dua arena presentasi. Setengahnya berisi karya arsitektur Andramatin yang sebagian besar belum pernah ditunjukkan kepada khalayak. Bagian lainnya berisi hal-hal lain yang ada di sekeliling kerja sehari-hari studio Andramatin. ’’Delapan bagian ini dirancang khusus sebagai satu jalur ruang menerus yang akan membawa pengunjung untuk mengalami arsitektur andramatin secara langsung,’’ kata Danny.

Seturut gagasan kuratorial, pameran ini dimulai dengan bagian pembuka berupa lorong yang ditutup oleh anyaman rotan di bagian depan Galeri Nasional Indonesia. Di dalamnya berisi 824 karya Andramatin yang didesain dari 1998 hingga 2019. Desain-desain tersebut ditampilkan dalam bentuk lini masa yang disusun berurutan sesuai dengan nomor proyek. Alur pameran berlanjut menuju ruang dalam Gedung A di mana terdapat empat bagian berikutnya.

Yaitu, Prihal Jakarta yang berisi delapan proyek bangunan publik yang didesain oleh Andramatin di Jakarta, Prihal Kota Yang Lainnya berisi 17 proyek di kota-kota di Indonesia selain Jakarta, Prihal Bentuk menampilkan lebih dari 20 karya belum atau tidak dibangun yang memiliki fokus pada pencarian bentuk arsitektur di dalam perancangannya, dan Prihal Material menyuguhkan eksplorasi material. Alur Pameran kemudian menerus menuju Gedung B yang meliputi tiga bagian terakhir pameran. Yaitu, Prihal Yang Berulang berisi video wawancara dengan tujuh orang klien Andramatin, Prihal Sehari Hari yang memperlihatkan keseharian di studio Andramatin lewat arsip dan bagian penutup berupa area interaktif.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore