
MERESPONS ZAMAN: Lukisan bertajuk The Deception of Pangeran Diponegoro karya R. Sumantri M.S. Karya ini terinspirasi salah satu karya Raden Saleh, Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857). (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
Photo
Plague karya Antoe Budiono juga terinspirasi Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
Kerangka pertama adalah tema. Ada karya-karya Budi Asih yang mewakili kerangka itu. Seniman bergaya naif tersebut mengumandangkan harapan atas terciptanya kehidupan harmonis antara manusia dan sesama maupun alam melalui keceriaan dunia anak-anak.
Warna-warna cerah sengaja dipilih seolah digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. ”Pesan ekologis serupa juga terpancar kuat dari karya-karya Dedi Imawan, Andi Prayitno, Ang Che Che, Ana, dan I Made Santika Putra,” kata Arif.
Kerangka kedua, ekspresi visual. Sejumlah perupa menerjemahkan ide tentang harapan secara ekspresif dengan bahasa artistik yang meriah dan bergelora. Salah satunya, karya berjudul You are A Hero for Yourself milik Burhanudin Reihan Afnan. Lukisannya seolah meluapkan harapan dalam perayaan riuh garis dan warna.
Lalu yang ketiga, eksplorasi. Dalam seni, harapan dihidupkan kreativitas. Dan, eksplorasi berada di jantung kreativitas. Menurut Arif, beberapa perupa tampak berikhtiar menerabas batas konvensi demi menjelajahi wilayah kemungkinan baru. Misalnya dengan merangkul teknologi mutakhir atau mentransformasi tradisi seperti yang dilakukan Jemana Murti, Dona Prawita Arissuta, Sergey Gapanovich, hingga Cadio Tarompo.
Photo
TRANSFORMASI: Lukisan Sendok Positif karya Cadio Tarompo jika dipotret menghasilkan gambar yang berbeda. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
Terakhir, kerangka generasi. Yang mana, kerangka itu diwakili karya-karya sejumlah nama dari generasi baru. Misalnya, I Putu Adi dan Camelia Mitasari Hasibuan.
Arif mengakui, ada tantangan-tantangan yang muncul dalam mempersiapkan pameran tersebut. Salah satunya, masalah waktu persiapan yang sempit. Sebab, jarak antara tanggal diluluskannya proposal pameran oleh GNI dan tanggal pelaksanaan pameran sangat dekat. Yakni, kurang dari dua bulan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
