
CERDAS: Naufal berpose dengan latar salah satu karya yang dipajang di studionya. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
DI usianya yang masih muda, Naufal Abshar melewati serangkaian proses untuk menjadi seniman sukses seperti sekarang. Alumnus Lasalle College of the Arts Singapura itu pernah bekerja di galeri seni dan perusahaan art service and logistic sebelum dikenal sebagai Pelukis Tawa.
’’Saya cukup memiliki privilese untuk menentukan apa yang saya mau dan menemukan jalannya,’’ ungkap Naufal saat ditemui Jawa Pos di studionya pada 2 Juni lalu. Dia menegaskan bahwa menjadi seniman adalah panggilan. Dan, menjalani panggilan itu tidak mudah.
Kini, Naufal menekuni Ha-Ha Project. Lukisan-lukisan sarkas karyanya dikenal publik sebagai lukisan tawa. Karena itulah dia kemudian tenar sebagai Pelukis Tawa. Inspirasi karya-karyanya adalah kehidupan masyarakat metropolitan. Rutinitas kerja yang bahkan rangkaiannya bermula sejak sebelum matahari terbit, sampai kebiasaan menutup hari dengan berbaring di peraduan setelah larut malam.
"Itu kan boring. Kayak robot. I think we need laughter, we need humor,” paparnya.
Untuk menghasilkan karya yang memancing tawa, Naufal harus jeli memotret peristiwa. Semua yang dia rekam di kepala itu kemudian dituangkannya ke atas kanvas, dengan diberi bumbu humor. Untuk membuat subjek lukisannya tersentil, Naufal pun harus superkreatif. Baginya, humor adalah kritik yang intelek.
Konsep Ha-Ha pula yang Naufal terapkan saat mendesain sampul album Mantra-Mantra milik Kunto Aji pada 2018 lalu. Karya itu diganjar Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada 2019 untuk kategori desain album terbaik.
Beberapa kali menggelar pameran di luar negeri dan bekerja sama dengan seniman internasional membuat Naufal tenar. Namun, jika tidak pandai-pandai mempertahankan eksistensi diri dan kualitas karya, dia akan tenggelam ditelan zaman. Sebab, dia yakin akan selalu lahir seniman baru dengan karya-karya yang lebih memikat publik.
Karena itu, Naufal menyebut integritas sebagai kunci utama untuk mempertahankan eksistensinya. Seniman, menurut dia, harus konsisten. Tidak cukup hanya menggelar pameran dan kemudian viral. Hal yang paling penting adalah tidak lelah berkarya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
