
Hades Fading di La Mama Courthouse, Melbourne, yang menjadi bagian dari Asia Topa 2020. (Arya Darmaja for Jawa Pos)
JawaPos.com - Mainteater sukses mementaskan Hades Fading di La Mama Courthouse, Melbourne. Hades Fading atau Hades Memudar menjadi bagian dari festival pertunjukan tiga tahunan Asia TOPA di Australia. Karya ini ditulis dan disutradarai Sandra Fiona Long, seniman Australia yang telah lama bekerjasama dengan Mainteater di Bandung. Sebelum hadir di Melbourne, Hades Fading telah dipentaskan pada Agustus tahun lalu di NuArt Sculpture Park, Bandung.
’’Hades Fading adalah pertunjukan visual dan vokal yang berkisah tentang situasi pasca-apokaliptik berlatar mitos dunia Hades,’’ terang Sandra Fiona dalam pengantarnya. Karya ini telah disiapkan sejak 2017 lalu. Bersama keluarga besar Mainteater Bandung, Sandra mengolah bentuk presentasi naskah yang lekat dengan dunia mitologi Yunani itu. Hades Fading dibuka dengan soliloqui panjang Heliana Sinaga yang memerankan Eurydice.
Sejak awal, pementasan Hades Fading sudah menawarkan dunia fantasi dan imajinasi. Skenografi panggung menggunakan layar tipis membentuk lapis-lapis ruang permainan. Layar tersebut menumpahkan proyeksi multimedia di sepanjang Hades Fading. Di La Mama, lapis-lapis layar itu menjadi arena lega untuk menempatkan teks terjemahan dialog yang dilisankan para pemain. Terjemahan dialog ke dalam Bahasa Inggris tersebut sangat membantu penonton di La Mama yang terletak di kawasan Little Itali, Melbourne.
Selain Heliana, di atas panggung ada Wawan Sofwan, Godi Suwarna, dan Rinrin Candraresmi yang berbagi peran. Siasat pemanggungan Hades Fading yang meramu permainan cahaya, proyeksi multimedia, komposisi vokal, musik, dan soliditas pemeranan para aktor tersebut menawarkan pertunjukan penuh imajinasi beserta kejutan visual sejak pertunjukan dimulai. Hades Fading yang berlatar mitologi di luar dunia realitas itu mulanya mengasyikkan untuk diikuti. Hingga kemudian penonton tersadar pertemuan alur cerita yang dimainkan para aktor dengan wujud visual di panggung selama 80 menit itu terasa berkepanjangan. (tir)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
