
Forum Aktor Yogyakarta (FAY) saat mementaskan Di Punggungmu Kusandarkan Waktu yang Tak Pernah Bicara Kita, adaptasi Pagi Bening dari Sunny Morning terjemahan Sapardi Djoko Damono. (Wicak Widhi Cahya for Jawa Pos)
JawaPos.com– Akhir November lalu Forum Aktor Yogyakarta (FAY) mementaskan ulang lakon Di Punggungmu Kusandarkan Waktu Yang Tak Pernah Bicara Kita di Hal Teater Gajahmada. Pementasan ini adalah bentuk adaptasi FAY terhadap Pagi Bening terjemahan Sapardi Djoko Damono dari naskah drama berjudul Sunny Morning karya Serafin-Joaquin Alvarez Quintero. Beres dengan naskah adaptasi, FAY kembali bersentuhan dengan naskah drama berbahasa Jawa.
’’Beberapa teman FAY diminta untuk membacakan naskah drama radio berbahasa Jawa,’’ kata Verry Handayani. Salah satu anggota dan pengelola FAY ini menambahkan, pembacaan naskah berbahasa Jawa di Hotel Tjokro Style tersebut membawakan Pamit Rondha (pamit meronda, Red) karya Erlina Rakhmawati. Naskah ini sebelumnya sudah digubah menjadi drama radio oleh Kulawarga Swarabawa yang disutradarai Jujuk Prabowo dan Landung Simatupang.
’’Usai pembacaan naskah di pahargyan Kulawarga Swarabawa itu kami kok kepikiran mungkinkah memainkannya di atas panggung teater,’’ kata Verry. Salah satu daya pikat Pamit Rondha adalah cerita yang sederhana. Lakon tersebut secara ringkas berkisah tentang beberapa perempuan yang harus repot memamitkan suaminya masing-masing dari kewajiban meronda di kampung. Verry menyebut, kini pihaknya masih membahas kemungkinan-kemungkinan yang bisa dikerjakan bila naskah itu memang hendak dipanggungkan.
Photo
Usai pentas ulang adaptasi Pagi Bening, Forum Aktor Yogyakarta menimbang kemungkinan mementaskan naskah drama radio dalam bahasa Jawa. (Wicak Widhi Cahya for Jawa Pos)
Berinteraksi dengan naskah drama berbahasa Jawa bukanlah hal baru bagi FAY. Mereka mengawali perjalanannya dengan melakukan dramatic reading naskah berbahasa Jawa berjudul Siasat dan Mandhiri karya Handung Kussudyarsana pada 2011. Lalu, FAY menjadi salah satu kelompok pembaca di dalam Indonesia Dramatic Reading Festival(IDRF) dari 2011-2013. Aktivitas mereka adalah rutin latihan, diskusi, riset, dan produksi pementasan teater yang fokus pada isu-isu sosial dan isu perempuan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
