
Salah satu penampilan pengisi acara Kuningan Biennale di Gedung Kesenian Raksawacana Kuningan. (Istimewa)
JawaPos.com–Kuningan Biennale 2024 dibuka pada 29 November dan masih berlangsung hingga 30 Desember 2024. Rangkaian acara digelar di Basement Gedung Kesenian Raksawacana Kuningan.
ini terbuka untuk umum dan gratis. Ketua Panitia Penyelenggara Agung M. Abul mengatakan, Kuningan Biennale merupakan acara seni rupa yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.
”Pameran ini kali kedua dan akan menjadi seri niaga cukup panjang hingga 2028. Digagas Yayasan Tulisan dan Gambar (Tudgam) pada 2021,” papar Agung.
Pada 2024, lanjut dia, Kuningan Biennale mengangkat Catu sebagai tema. Dikuratori Royadi, menghadirkan karya-karya seni dari seniman dan kelompok seniman yang selain berkarya mereka juga berniaga seperti membuka rumah makan, coffee shop, dan sebagainya.
”Beberapa di antaranya ada Saung Kopi Hawu, Kuluk -kuluk, Kopi IU, Nona Ringan, Roem Institute, Teh Daun Kelor Parigi, Mells Optic, Paku Mas, Mustika Kacang Manis, Ence Bagus, Maulana Prasaja x warkop Berkah, Apa Mart, dan Sanggar Daun,” papar Agung.
Selain menghadirkan karya-karya dari seniman yang berniaga, menurut dia, pada Kuningan Biennale 2024 juga menghadirkan pertunjukan Teater Pecut dan Performance Art oleh Ridwan Rau Rau. Juga Musik Kisum yang menghadirkan White Shoes And The Couples Company, Endah N Rhesa, Set Grief Rudiment, Moon Tiger, Bungen, dan Minus Etika.
”Selama Satu bulan Kuningan Biennale menghadirkan banyak program. Di antaranya ada Nga Biennale, Tour Kuratorial, Workshop, Simposium, Pasar Serba dan launching beberapa buku terbitan,” terang Agung.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
