
Ketua IJACEA Yasuyuki Korekawa bersama mantan rektor Yokohama University of Art and Design, Nobuaki Okamoto
JawaPos.com - Para seniman asal Indonesia dan Jepang berkolaborasi. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan dunia seni dan budaya untuk kedua negara.
Komitmen itu disatukan dalam satu wadah, yakni Indonesia-Japan Art and Culture Exchange Association (IJACEA). Ketua IJACEA Yasuyuki Korekawa mengatakan, pendirian IJACEA adalah untuk berkontribusi lebih besar pada pertukaran dan pengembangan seni dan budaya antara Indonesia-Jepang.
Selain itu, kata Yasuyuki Korekawa, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi di antara negara Asia. Seiring dengan itu minat terhadap seni semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Seperti semakin berkembangnya kegiatan produksi dan pameran seniman.
“Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk mendirikan IJACEA dengan pelaku industri seni di Indonesia," ujar Yasuyuki Korekawa dalam keterangan persnya, Selasa (10/5).
Korekawa menyebut, IJACEA didirikan oleh MISSAO CORPORATION. Nantinya, IJACEA mendukung kegiatan seniman di Indonesia dan Jepang, sepertinya menyelenggarakan pameran di Indonesia dan Jepang, workshop, dan seminar yang menyentuh seni dan budaya baik Indonesia maupun Jepang. "Kegiatan lain untuk mempromosikan pertukaran seni-budaya dan saling pengertian antara Indonesia dan Jepang,” kata dia.
Ke depannya, IJACEA bakal membuat Japan Pavilion di Indonesia. Harapannya bisa membawa banyak benda seni Jepang ke Indonesia. “Japan Pavilion ini sudah pernah dilakukan di Malaysia pada 2018 dan 2019 lalu, kami yakin di Indonesia juga akan bisa dibuat serupa,” tuturnya.
Korekawa mengklaim menyelenggarakan beberapa pameran pada masa lalu. Di antaranya Peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Singapura; pameran pertukaran budaya Jepang-Taiwan.
Seniman Indonesia Nurrachmat Widyasena mengapresiasi kehadiran IJACEA. Dia menilai kegiatan yang diinisiasi oleh asosiasi itu dapat membuka potensi-potensi baru dalam pertukaran seni serta kebudayaan Indonesia-Jepang.
“Saya sebagai seniman yang tumbuh berkembang dengan seni dan budaya-budaya populer Jepang sejak kecil, sangat kagum dan ingin mendekatkan diri dan mempelajari lebih jauh akan hal tersebut. Saya harap dengan didirikannya asosiasi ini dapat menjadi pilar penting bagi pertukaran seni serta kebudayaan antara Indonesia dan Jepang ke depannya,” ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
